3 Hari ke Depan, Seluruh Wilayah Sumsel Berpotensi Banjir Bandang & Puting Beliung

3 Hari ke Depan, Seluruh Wilayah Sumsel Berpotensi Banjir Bandang & Puting Beliung
PERISTIWA | 17 Februari 2020 16:38 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bakal terjadi hujan deras dan angin kencang di wilayah Sumatera Selatan selama tiga hari ke depan. Potensi banjir bandang dan puting beliung sangat tinggi yang harus diwaspadai.

Kasi Informasi dan Observasi BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Bambang Beny Setiaji mengungkapkan, kondisi hujan disertai petir dan angin kencang di Sumsel akan berpotensi meningkat dan cenderung ekstrem pada 17-19 Februari 2020. Kemudian akan menurun pada 19-22 Februari 2020 dan kembali meningkat selama tiga hari berikutnya.

Peningkatan hujan tersebut lantaran Sumsel umumnya berkarakteristik rawa dan sungai yang menjadi suplai uap air, dan adanya pusat tekanan rendah di wilayah Australia (belahan bumi selatan) dan adanya ITCZ (Inter Tropical Convergence Zone) atau DKAT (Daerah Konvergensi Antar Tropik) di wilayah Indonesia bagian selatan dan Australia bagian utara.

Kondisi itu menyebabkan adanya belokan (trough) dan pertemuan massa udara (konvergensi) di wilayah Sumsel yang menuju DKAT tersebut yang meningkatkan suplai uap air untuk pertumbuhan awan konvektif (awan hujan akibat pemanasan matahari). Sedangkan pada wilayah Sumsel bagian Barat (Dataran Tinggi Bukit Barisan) angin lembah yang terjadi mendapat pasokan uap air dari Samudera Hindia dan angin muson yang meningkatkan pertumbuhan awan orografik (awan hujan akibat ketinggian permukaan).

"Kondisi ini perlu diwaspadai karena bisa menyebabkan hujan deras dan angin kencang yang berdampak genangan, banjir bandang, dan puting beliung atau bencana hidrometeorologi," ungkap Bambang, Senin (17/2).

Daerah-daerah yang berpotensi adanya bencana hidrometeorologi tersebut berada di wilayah Sumsel bagian barat atau dataran tinggi Bukit Barisan. Yakni Musi Rawas, Lubuklinggau, Musi Rawas Utara, Lahat, Empat Lawang, Musi Banyuasin, Penukal Abab Lematang Ilir, dan Muara Enim.

Sedangkan daerah yang berpotensi terjadi angin kencang dan banjir di antaranya Pagaralam, Prabumulih, Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Komering Ulu Selatan dan Palembang.

"Hujan yang disebabkan awan konvektif dan otografis akan berlangsung siang sampai sore hari," ujarnya.

Oke karena itu, masyarakat dan pihak terkait melakukan tindakan pencegahan untuk meminimalisir dampak bencana. Cara termudah adalah perbaikan infrastruktur lebih tahan bencana, membersihkan dan memperbaiki drainase, memangkas dahan pohon, perbaikan DAS, menyiapkan kolam retensi, dan menghindari penggunaan transportasi udara dan air pada siang sampai sore hari. (mdk/cob)

Baca juga:
Tertimpa Pohon Tumbang, Warga Bantul Tewas Terjepit di Dalam Mobil
Pesawat Sempat Alami Gangguan Teknis, Operasi Hujan Buatan di Jabodetabek Dilanjutkan
Ketinggian Muka Air di Manggarai Masih Normal
Diterjang Badai Selama 3 Hari, 54 Pohon di Padang Tumbang
Cuaca Buruk, Harga Cabai di Karawang Meroket Hingga Rp100.000 per Kg
Cara Unik Warga India Lindungi Sapi dari Cuaca Dingin

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami