3 Orang di KM Lambelu Diduga Positif Corona, 17 Penumpang Asal Flores Timur Diisolasi

3 Orang di KM Lambelu Diduga Positif Corona, 17 Penumpang Asal Flores Timur Diisolasi
PERISTIWA | 9 April 2020 13:04 Reporter : Dedi Rahmadi

Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengkarantina 17 warganya yang merupakan penumpang KM Lambelu untuk mencegah penyebaran virus corona jenis baru (COVID-19) di daerah setempat.

"Ada 17 warga kami, penumpang KM Lambelu, yang sudah dikarantina sejak Rabu (8/4) tadi malam di Kelurahan Sorotari, Kota Larantuka," kata Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli, ketika dihubungi dari Kupang, Kamis (9/4).

Ia menjelaskan, pelaksanaan karantina ini sesuai instruksi Bupati Flores Timur Antonius Gege Hadjon bahwa penumpang KM Lambelu yang turun di Pelabuhan Lorens Say, Maumere, Ibu Kota Kabupaten Sikka pada Selasa (7/4) harus dikarantina.

Para penumpang tersebut turun di Pelabuhan Lorens Say, Kabupaten Sikka, yang bertetangga dengan Kabupaten Flores Timur karena kapal tidak bisa bersandar di Pelabuhan Laut Larantuka, di Kota Larantuka, Ibu Kota Kabupaten Flores Timur, karena kebijakan penutupan sementara bagi persinggahan kapal Pelni.

Payong Boli mengakui keputusan karantina selama 14 hari ini memunculkan pro dan kontra di masyarakat karena informasi beredar yang menyebutkan bahwa ada tiga kru KM Lambelu yang diduga positif COVID-19.

Memang ada pro-kontra soal itu, tetapi pemerintah daerah tetap pada prinsip menjalankan tanggung jawab negara untuk melindungi seluruh rakyat, katanya.

"Tentunya untuk penumpang KM Lambelu dari Flores Timur tetap ditangani sesuai standar prosedur penanganan COVID-19 dari Kementerian Kesehatan," ujarnya.

Ia menjelaskan, tujuan karantina ini untuk memeriksa perkembangan kesehatan para penumpang selama 14 hari sehingga mereka tidak berinteraksi dahulu dengan masyarakat sebelum dipastikan sehat oleh tim satuan tugas.

Untuk itu, ia meminta masyarakat setempat agar tidak perlu cemas dan panik berlebihan terhadap para penumpang tersebut.

"Percayalah hal sebesar apapun pemerintah daerah tetap berupaya semaksimal mungkin menyelesaikannya dengan bijak dan tidak mengorbankan masyarakat," katanya.

Agustinus juga mengajak semua elemen masyarakat setempat agar sehati untuk taat menjalankan imbauan pemerintah daerah terkait langkah pencegahan penyebaran COVID-19.

"Peran serta masyarakat sangat penting dalam rangka pengendalian pandemi COVID-19 di Flores Timur. Jika imbauan dilakukan dengan sungguh-sungguh maka daerah kita akan aman dan yakin semua baik adanya," katanya. (mdk/ded)

Baca juga:
Polda Metro Jaya Sebut Kasus Hoaks di Jakarta Meningkat Selama Corona
PSBB Dimulai Besok, Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Warga Jakarta Aman
Sepi Penumpang, Daop 6 Batalkan 14 Perjalanan Kereta Api
Berjemur di Ruang Terbuka, 9 Kades Terpilih di Purbalingga Dilantik
Universitas Cambridge Bangun Laboratorium Tes Covid-19, Targetkan 30.000 Tes Sehari
Indonesia Masuk Daftar Pemberi Stimulus Corona Terbesar di Asia

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami