3 Orang Positif Covid-19, Pasar Harjodaksino Solo Ditutup 2 Hari

3 Orang Positif Covid-19, Pasar Harjodaksino Solo Ditutup 2 Hari
PERISTIWA | 25 Oktober 2020 20:12 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Pasar Harjodaksino di Jalan Yos Sudarso, Solo kembali ditutup setelah kasus Covid-19 kembali muncul. Kali ini 3 orang dinyatakan terpapar, seorang merupakan karyawan dan 2 lainnya pedagang sayur. Penutupan dilakukan selama 2 hari, terhitung mulai Minggu (25/10) pukul 16.00 WIB, hingga Senin (26/10) malam pukul 24.00 WIB.

Penutupan pasar di wilayah Kelurahan Danukusuman itu diketahui melalui surat edaran (SE) No.511.2/3.611 yang dikeluarkan Dinas Perdagangan (Disdag) Solo.

“Penutupan dilakukan setelah ditemukan dua pedagang sayuran dan tenaga kebersihan Minggu (25/10),” ujar Kepala Disdag Solo, Heru Sunardi saat dikonfirmasi.

Heru menyebut, temuan kasus Covid-19 di Pasar Harjodaksino ini merupakan yang kedua kalinya. Setelah kejadian yang sama tanggal 13 Juli lalu, seorang pedagang setelah meninggal dinyatakan positif Covid-19 dan pasar ditutup sepekan dari tanggal 14-20 Juli.

“Penutupan ini dilakukan secara mendadak setelah kami diberitahu Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Solo ada pedagang dan tenga kebersihan pasar positif Covid/19. Kami mendapatkan kabar tersebut pada Minggu pagi,” katanya.

Kasus ini, lanjut Heru, bermula dari seorang pedagang sayuran yang berjualan di los selatan positif Corona. Kemudian dilakukan tracing dan hasil tes swab di RSUD Bung Karno Solo, satu pedagang dan tenaga kebersihan postif.

“Jadi total ada 3 orang positif di Pasar Harjodaksino," terangnya.

Menindaklanjuti temuan tesebut, kata dia, pihaknya melakukan tindakan cepat dengan menerbitkan SE terkait penutupan operasional pasar tradisional Pasar Harjodaksino selama sehari. Selama penutupan petugas pasar dilakukan penyemprotan disinfektan.

"Pasar kami tutup dua hari untuk dilakukan penyemprotan desinfektan. Sedangkan los tempat jualan pedagang positif ditutup selama tujuh hari," jelasnya.

Lebih lanjut Heru menyampaikan, 3 orang yang dinyatakan positif saat ini menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing. Pedagang yang positif pertama tercatat sebagai warga Kabupaten Sukoharko.

"Penutupan pasar selama dua hari ini secara mendadak ini sempat mendapatkan penolakan dari pedagang. Kami tidak mau ambil resiko, pasar tetap ditutup total selama dua hari," tandasnya.

"Kami terus giatkan ronda masker di pasar. Penutupan pasar ini semata-mata hanya untuk menyelamatkan semua pedagang," pungkas Heru menjelaskan. (mdk/ray)

Baca juga:
Pasar Tradisional Semakin Sepi Pembeli
Produsen adalah Penghasil Produk Baik Barang atau Jasa, Ketahui Selengkapnya
Intip Wajah Baru Pasar Prawirotaman Yogyakarta, Lebih Nyaman dan Teratur
Kebakaran Gedung Bisokop dan Pertokoan Senen Imbas Bentrokan Massa VS Polisi
Penjualan Pisang Anjlok Akibat Hajatan Dilarang

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami