3 Pelajar Diduga Provokator Demo Rusuh Anak Sekolah Ditangkap

3 Pelajar Diduga Provokator Demo Rusuh Anak Sekolah Ditangkap
Puluhan Pelajar dan Remaja Diringkus. ©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
NEWS | 20 Oktober 2020 07:31 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Polisi menangkap tiga orang pelajar karena dituding menghasut untuk berbuat onar saat aksi unjuk rasa penolakan RUU Cipta Kerja.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengklaim, memiliki bukti MLAI (16), WH (16) serta SN (17) mengajak pengikutnya di sosial media.

"Kami amankan tiga orang yang memang memprovokasi, menghasut dan melakukan ujaran kebencian serta menyebarkan berita bohong terkait masalah demo kemarin. Mereka yang membuat undangan-undangan STM itu loh," kata dia, Selasa (20/10).

Yusri menerangkan, peran masing-masing pelaku. Dua orang di antaranya membuat grup Facebook STM seJabodetabek. Yusri menyebut, pengikut grup tersebut mencapai 20 ribu orang.

"Kedua orang ini adalah admin daripada grup itu," ujar dia.

Yusri menjelaskan, latar belakang kedua orang ini adalah siswa STM. Mereka ditangkap di dua lokasi berbeda.

"MLAI adalah siswa SMK di Jakarta umurnya 16 tahun tempat penangkapan Klender Jakarta Timur. Kedua inisialnya WH juga murid SMK, juga Anarko umurnya 16 tahun juga. Ditangkap di Cipinang Jakarta Timur," ucap dia.

2 dari 2 halaman

Satu Ditangkap di Cibinong

Sementara itu, satu orang lain yakni SN (17) membuat konten bernada provokatif di akun instagram @panjang.umur.perlawanan. SN juga disebut sebagai admin dari akun tersebut.

"SN ditangkap di Cibinong, Bogor Jawa Barat," ucap dia.

Yusri menuduh, mereka semua melakukan provokasi kepada pelajar untuk ikut menyusup pada saat unjuk rasa penolakan RUU Cipta Kerja pada 8 Oktober 2020 dan 13 Oktober 2020. Bahkan, mereka telah membuat undangan untuk aksi 20 Oktober 2020.

"Pelajar yang datang 8 Oktober dan 13 Oktober diundang lagi untuk melakukan kerusuhan bukan demo, ini dihasut kumpul untuk melakukan kerusuhan," jelas dia.

Yusri mengatakan, ketiga pelajar dijerat dengan Undang-Undang ITE. Kepolisian mengantongi bukti bahwa mereka membuat dan menyebarkan meme, serta video provokasi ke media sosial.

Saat ini, ketiganya sedang diperiksa di Polda Metro Jaya. "Ketiganya sudah diamankan di Polda Metro Jaya untuk dikembangkan. Dari tiga ini ada dua yang Anarko," tandas dia.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com (mdk/rnd)

Baca juga:
Polisi Tutup Total Lalu Lintas Kawasan Istana Hari Ini
Gelar Aksi Demo Hari Ini, BEM SI Kecewa pada Pemerintah Jokowi-Ma'ruf
Ketua KAMI Medan Ajukan Praperadilan ke PN Medan
Mahfud Tegaskan Pemerintah Tak Melarang Demo dan Tidak Perlu Izin
Dinkes Sumsel Belum Temukan Kasus Covid-19 dari Klaster Demo UU Cipta Kerja
Besok Ada Demo, Kapolda Metro Tegaskan Tak Keluarkan Izin
6.000 Petugas Disiagakan Jaga Demo di Sekitar Istana Besok

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami