300 Personel TNI Kosongkan 8 Rumah Dinas di Sumur Batu Kemayoran

300 Personel TNI Kosongkan 8 Rumah Dinas di Sumur Batu Kemayoran
PERISTIWA | 30 Januari 2020 20:09 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Sebuah rumah berukuran 382 m2 yang berada di Jalan Howitzer Nomor 8, RT 01, RW 05, Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, telah dilakukan pengosongan oleh aparat TNI. Rumah tersebut diketahui milik Brigjen (Purn) TNI Imam Soepomo yang pernah menerima Bintang Gerilya, penghargaan pejuang veteran dan perintis kemerdekaan dari Presiden Jokowi, pada 17 Agustus 2017.

Ati Soepomo yang merupakan anak ke-5 Brigjen (Purn) TNI Imam Soepomo mengatakan, pihaknya baru mulai mengosongkan rumah sehari sebelum dilakukan pengosongan pada Kamis (30/1) pagi.

"Kemarin, tadi malam kami panik dengan melihat yang lalu, itu kan 13 rumah diangkutin semua akhirnya panik, ya sudah kami kosong-kosongin. Dia karena udah panik, 'udahlah'," kata Ati di lokasi, Jakarta Pusat, Kamis (30/1).

Untuk mengosongkan rumah milik almarhum bapaknya yang meninggal pada umur 91 tahun itu berdasarkan inisiatif sendiri. Usai dikosongkan, ia pun langsung pindah ke sebuah apartemen.

"Saya kebetulan belum punya rumah. Saya sewa di apartemen, anak saya tiga, yang satu enggak ada jadi dua. Anak saya kebetulan udah kerja semua, udah mandiri," ujarnya.

Ia menjelaskan, meski sudah pindah ke apartemen, bukan berarti mereka juga memindahkan barang-barangnya. Karena, baru saja kemarin barang-barang tersebut dipindahkan.

"Saya waktu nerima SP3, jadi cari-cari tempat, paling tidak saya mindahin barang-barang saya yang kaya surat-surat sama barang-barang berharga itu saya pindahin dulu ke sana. Tapi yang lain masih full (di rumah), saya masih tinggal disini sampai kemarin," jelasnya.

"Untuk SP3 kami terima 12 November 2019. Terus Desember saya mulai ada tempat untuk ngurus barang. Enggak ditempatin rutin, baru kemaren karena isunya begitu ramai," sambungnya.

Lalu, untuk memindahkan barang-barang tersebut mereka dibantu oleh pihak TNI dengan menggunakan truck. Nantinya, mereka disewakan rumah sementara oleh pihak TNI.

"Dikeluarin, terus nanti diangkut pake truk. Ada yang karena kan katanya disewain rumah buat satu bulan, itu camu satu petak. Sedangkan ini kan rumah besar banyak sekali brang-barangnya, enggak cukup. Jadi ada yang karena jalannya kecil, truknya enggak bisa masuk diturunin aja di jalan," ucapnya.

Sementara itu, Kapendam Jaya Kolonel Zulhadrie menambahkan, pihaknya telah menyewakan rumah sementara kepada para penghuni rumah yang tempat tinggalnya itu dikosongkan.

"Iya kita sewain rumah sementara buat yang belum punya rumah tinggal itu. Rumah sementara itu selama sebulan. Karena ini kan yang kita kosongkan rumah dinas TNI," ujar Zulhadrie.

Pihak TNI pun juga menyediakan sejumlah truk serta ratusan personel TNI dalam melakukan pengosongan rumah dinas milik TNI. "Untuk truk kita ada 16 dan personel itu ada 300 jumlahnya," sebutnya. (mdk/bal)

Baca juga:
DPR Setuju TNI Kirim Pasukan Bantu Padamkan Kebakaran di Australia
REI akan Bangun 100 Rumah untuk Anggota Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan
Pemerintah akan Libatkan TNI untuk Evakuasi WNI di Wuhan
Pengosongan Rumah Dinas Kodam Jaya
Keluarga Pensiunan Brigjen TNI Dipaksa Pindah dari Rumah Dinas di Sumur Batu
Rapat dengan DPR, Panglima TNI Curhat Butuh Dana Kontijensi Bencana

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami