31 Polisi Telah Diperiksa Dugaan Pelanggaran Etik Buntut Tragedi Kanjuruhan

31 Polisi Telah Diperiksa Dugaan Pelanggaran Etik Buntut Tragedi Kanjuruhan
Tragedi Kanjuruhan. ©YouTube/Liputan6
NEWS | 5 Oktober 2022 22:31 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) dan Propam Polri telah melakukan pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran etik terhadap 31 anggota Polri buntut tragedi berdarah di stadion Kanjuruhan, Malang.

"Pemeriksaan terhadap 31 anggota Polri. Dari 31 anggota Polri tersebut belum selesai, dilanjutkan juga pemeriksaan pada malam hari ini," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo kepada wartawan, di Jawa Timur, Rabu (5/10).

Dedi mengatakan jika pemeriksaan terhadap 31 anggota Polri itu dilakukan sebagaimana arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo jika kasus yang menewaskan ratusan nyawa ini harus diusut secara teliti dan hati-hati.

"Karena sesuai arahan Bapak Kapolri, ada beberapa hal yang harus betul-betul didalami. Kenapa demikian? Karena unsur ketelitian, kehati-hatian, dan kecermatan yang dilakukan tim ini harus betul-betul menjadi standar" ujarnya.

2 dari 2 halaman

Sebelumnya telah ada 18 anggota polisi yang diperiksa terkait penggunaan air mata di Stadion Kanjuruhan, Malang saat kericuhan terjadi usai pertandingan Arema melawan Persebaya. Penyidik mendalami bagaimana penggunaan gas air mata sebaiknya.

Termasuk untuk di Stadion Kanjuruhan, apakah sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) atau tidak.

"Materi yang didalami tentunya eskalasi-eskalasi yang terjadi di lapangan dengan SOP yang ada tentunya didalami oleh tim," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, di Malang, Jawa Timur, Senin (3/10).

Dedi menjelaskan, ada beberapa tahapan yang menjadi pertimbangan ketika akhirnya kepolisian harus menggunakan gas air mata. Salah satunya, mengacu pada eskalasi di lapangan mulai dari normal hingga emergency.

"Kapolri sudah mempersiapkan itu semuanya. Kontingensi plan sudah siapkan, emergency plan sudah disiapkan. Itu semua nanti akan diaudit dan akan diperiksa oleh tim," jelasnya.

Terpisah, Inspektorat Khusus (Itsus) dan Div Propam Polri juga tengah memeriksa 18 anggota polisi yang bertugas saat tragedi berdarah kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu (2/10) kemarin malam.

"Memeriksa anggota yang terlibat langsung dalam pengamanan sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 18 orang," kata Dedi.

Ke-18 anggota yang diperiksa adalah personel yang saat kerusuhan diduga memegang senjata gas air mata. Di mana hal itu menjadi salah satu faktor buntut tewasnya 125 orang dalam tragedi tersebut.

Baca juga:
Hasil Investigasi Komnas HAM atas Tragedi Kanjuruhan
Kerusuhan Kanjuruhan: Manajemen Persebaya Bakal Berkomunikasi dengan Arema demi Perdamaian Bonek dan Aremania
Damai Elemen Suporter di Bumi Mataram, Mengirim Doa dari Mandala Krida untuk Tragedi Kanjuruhan
Tragedi Kanjuruhan, Fadli Zon Nilai Kapolda Jatim Harus Tanggung Jawab
Persebaya dan Arema FC Sepakat Mengakhiri Perselisihan Bonek dan Aremania: Bendera Perdamaian Berkibar

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini