3,2 Juta Lansia di Jateng Jadi Prioritas Vaksinasi Bersama Pelayan Publik

3,2 Juta Lansia di Jateng Jadi Prioritas Vaksinasi Bersama Pelayan Publik
Ilustrasi Vaksin Covid-19. ©2020 REUTERS
PERISTIWA | 2 Maret 2021 19:50 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyatakan warga lanjut usia (lansia) menjadi prioritas mendapatkan vaksin pada tahap kedua bersama layanan publik. Hal ini menyusul adanya kebijakan baru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahwa lansia menjadi prioritas utama.

"Hari ini kita percepat vaksinasi untuk pelayanan publik plus kita prioritaskan untuk lansia. Lansia ini memang sekarang menjadi prioritas pertama," kata Ganjar ditemui usai memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 di kantornya, Selasa (2/3).

Ganjar meminta semua Bupati/Wali Kota menjadikan prioritas vaksinasi untuk lansia. Mengingat sebelumnya, program vaksinasi lansia awalnya hanya dilakukan di ibu kota Provinsi.

"Silakan didaftar, pasti lebih mudah karena umpama saya mencari lansia eks PNS itu gampang, TNI/Polri juga punya datanya. Kalau tidak, kelurahan atau desa juga pasti punya data lansia itu," tegasnya.

Meski begitu, pihaknya mengatakan bahwa tidak semua masyarakat mendapatkan vaksinasi secara serentak. Sebab stok vaksin yang terbatas.

"Nanti tidak bisa semua, jadi bertahap. Maka saya minta masyarakat bersabar. Sebenarnya kita jauh lebih siap, mau dikasih berapa saja vaksinnya pasti habis cepet. Tapi karena Pusat memberikan vaksin secara bertahap," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo mengatakan, total ada sekitar 3,2 juta lansia di Jawa Tengah. Mereka nantinya akan menjadi prioritas bersama 2,1 juta pelayan publik dalam proses vaksinasi.

"Total lansia dan pelayan publik di Jateng ada sekitar 5,3 juta. Tapi sekali lagi, karena vaksin yang ada baru sebagian kecil, jadi tidak bisa bareng semuanya. Saat ini saja, jumlah vaksin yang kami terima hanya sekitar 10 persen dari total target sasaran itu. Maka kami minta masyarakat bersabar," terangnya.

Dari satu juta dosis vaksin yang sudah diterima Pemprov Jateng lanjut Yulianto, nantinya hanya digunakan untuk 500.000 orang. Sebab, satu orang mendapatkan jatah dua kali suntikan vaksin.

"Maka kalau sasaran kita ada 5,3 juta, jumlah vaksin yang sudah kami terima itu belum mencapai 10 persen. Kami mohon masyarakat mengerti dan bersabar, semua pasti akan divaksin, hanya menunggu waktunya saja karena ketersediaan vaksin memang terbatas. Vaksinasi akan terus dilakukan sampai akhir tahun, masyarakat tidak perlu khawatir," tegasnya.

Disinggung terkait capaian vaksinasi, hingga 1 Maret 2021, sudah cukup banyak. Untuk jumlah orang yang divaksin dosis pertama, hingga hari ini total ada 302.651 orang. Sementara total yang sudah menerima vaksin dosis kedua terdapat 136.471 orang.

"Tapi data itu dipastikan terus bergerak dan hari ini data itu pasti jauh lebih tinggi, mengingat tiap hari proses vaksinasi itu terus dilakukan," ungkap Yulianto. (mdk/gil)

Baca juga:
Menristek Sebut Varian Baru B119 Belum Berdampak Kinerja Vaksin Covid-19
Wamenkeu Sebut Vaksinasi dan Insentif Pajak Bukti Penanganan Covid-19 Seimbang
Besok, 200 Pedagang Pasar Cinde Palembang Disuntik Vaksin Covid-19
Setahun Covid-19, Dasco Apresiasi Pemerintah Sudah Bisa Memasukkan Vaksin
Setahun Pandemi, 1.935.478 Orang Telah Terima Dosis 1 Vaksin Covid-19

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami