36 Prajurit TNI Positif Covid-19 di Manokwari Dalam Kondisi Baik

36 Prajurit TNI Positif Covid-19 di Manokwari Dalam Kondisi Baik
Corona. Unsplash ©2020 Merdeka.com
PERISTIWA | 20 Juli 2020 13:27 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - 36 TNI terkonfirmasi positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Manokwari, Papua Barat. Para prajurit itu dirawat Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Provinsi Papua Barat.

Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Provinsi Papua Barat, Arnold Tiniap mengatakan, kondisi 36 prajurit TNI itu aman. Arnold menjelaskan, sebagian besar prajurit itu tidak menunjukkan adanya gejala, meskipun dari hasil pemeriksaan real time polymerase chain reaction (RT-PCR) menunjukkan hasil positif.

"Sebagian besar tanpa gejala, beberapa dari mereka ada yang mengalami gejala ringan. Hanya satu yang mengalami gejala serius dan sempat kita infus, tapi pagi tadi infus sudah lepas. Kondisinya sekarang sudah lebih bagus," ucap Tiniap ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/7).

TNI Angkatan Darat belum lama ini mengirim 411 pasukan bawah kendali operasi (BKO) ke Papua Barat untuk mempercepat pembentukan kodim dan koramil di sejumlah daerah.

Mereka didatangkan dari Kodam I/Bukit Barisan, Kodam II/Sriwijaya, Kodam III/Siliwangi, Kodam IV/Diponegoro, Kodam V/Brawijaya, Kodam VI/Mulawarman, Kodam IX/Udayana, Kodam XII/Tanjungpura, Kodam XIII/Merdeka, Kodam XIV/Hasanuddin, Kodam Jaya serta Kodam Iskandar Muda.

Ratusan prajurit ini terdiri dari perwira 49 orang, Bintara 234, dan Tamtama 128 orang. Setelah tiba di Manokwari mereka menjalani pembekalan selama 14 hari sejak 2 hingga 15 Juli 2020.

Usai pembekalan, mereka akan ditugaskan di satu kodim organik dan enam kodim persiapan. Di Kodim 1809/Teluk Bintuni akan ditempatkan 59 orang, Kodim persiapan Sorong Selatan 59 orang, Kodim persiapan Maybrat 59 orang, Kodim persiapan Tambrauw 59 orang, Kodim persiapan Manokwari Selatan 58 orang, Kodim persiapan Pegunungan Arfak 58 orang dan Kodim persiapan Teluk Wondama 59 orang.

Arnold menambahkan bahwa saat ini, semua masih dirawat di RSU Papua Barat dengan pengawasan ketat baik petugas kesehatan rumah sakit maupun dari Kodam XVIII/Kasuari.

"Satu orang yang sempat diinfus masih di ruang IDG (instalasi gawat darurat). Sedangkan yang lain kami isolasi di bangsal," ujarnya.

Arnold berharap seluruh anggota BKO ini sembuh dan bisa dikembalikan ke kesatuan untuk menjalankan tugas mereka.

"Sesuai prosedur setelah 10 hari dirawat nanti semua akan dipantau. Diambil usapan (swab) di tenggorokan untuk diperiksa lagi. Kalau hasilnya negatif dua kali berturut-turut maka akan dinyatakan sembuh dan bisa keluar dari rumah sakit," ujarnya. Dikutip Antara. (mdk/gil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami