3.693 Balita di Depok Alami Stunting, 70 Persen Berasal dari Kalangan Mampu

3.693 Balita di Depok Alami Stunting, 70 Persen Berasal dari Kalangan Mampu
Kampanye Cegah Stunting. ©2018 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah
NEWS | 25 Juni 2022 05:00 Reporter : Nur Fauziah

Merdeka.com - Sebanyak 3.693 atau 3,43 persen balita di Kota Depok mengalami stunting. Jumlah tersebut didapat berdasarkan angka dari Dinas Kesehatan Kota Depok melalui kader PKK.

Dari jumlah tersebut, 70 persen balita yang mengalami stunting berasal dari kalangan mampu dan hanya 30 persen saja yang dari keluarga miskin.

"Dari 3.693 balita, 30% berasal dari masyarakat miskin. Berarti 70% berasal dari kalangan mampu," kata Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono, Jumat (24/6).

Dia menduga, pemicu terjadinya balita stunting pada keluarga mampu dikarenakan pola asuh. Misalnya ibu bekerja yang tidak sempat memasak sehingga memberikan makanan siap saji pada balita. Faktor lainnya karena anak-anak kurang nafsu makan lantaran tidak disuapi langsung oleh ibunya yang bekerja.

"Pola asuh artinya dalam memberikan makan balita banyak diserahkan ke asisten rumah tangga karena kesibukan sang ibu yang bekerja. Sehingga makanan balita tidak sehat, atau tidak sesuai asupan dari yang seharusnya," ungkapnya.

Dugaan lainnya karena kesalahan cara memasak. Hal ini menyebabkan hilangnya kandungan gizi pada makanan yang dikonsumsi balita. Bisa jadi, sambung dia karena anak hanya dijejali makanan yang dibeli di luar rumah.

"Atau anak dimanjakan dengan makanan tidak sehat seperti jajanan," jelasnya.

2 dari 2 halaman

Angka stunting di Kota Depok secara global paling rendah se-Jawa Barat. Data dari Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 tercatat, balita stunting di Depok sebanyak 12,3%. Jika dibandingkan secara global di Jabar mencapai 24,5 persen. Angka tersebut menurutnya tidak sesuai dengan yang dimiliki Kota Depok berdasarkan data Dinkes Depok.

"Kota Depok tahun 2021 masih memiliki angka stunting terendah se-Jawa Barat, yaitu 12,3% menurut Studi Status Gizi Indonesia. Angka ini terkecil di Jabar di mana Jabar di angka 24,5%," katanya.

Imam menuturkan, untuk menekan angka stunting di Depok dibuat program D'sunting menara (Depok Sukses Bebas Stunting Mewujudkan Depok Ramah Anak). Program ini dibuat dengan melibatkan kegiatan yang dipelopori oleh para kader PKK se-Kota Depok.

"Kami bersama Wagub Jabar deklarasi untuk menurunkan angka prevalensi stunting Jabar dengan membentuk satgas khusus stunting tingkat desa dan kelurahan sekaligus peluncuran gerakan Ngawal Jawa Barat New Zero Stunting (Ngabring)," tutupnya. (mdk/ray)

Baca juga:
Stunting dan Anemia Masih Menghantui Anak-anak di Indonesia
Pemberdayaan PAUD dalam Upaya Penurunan Stunting di Indonesia Melalui
Puluhan Ribu Anak di Garut Alami Stunting, Jumlahnya Diperkirakan Terus Bertambah
Markas PDIP Kedatangan Ratusan Ibu Hamil dan Calon Pengantin, Ada Apa?
Ribuan Balita di Bogor Sangat Kurus, Pemkab Upayakan Perbaikan Gizi

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini