38 Kasus Positif Corona di Jateng, Ganjar Minta Kesehatan Perantau Dicek

38 Kasus Positif Corona di Jateng, Ganjar Minta Kesehatan Perantau Dicek
PERISTIWA | 26 Maret 2020 09:36 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Jumlah kasus positif virus Corona atau Covid-19 di wilayah Jawa Tengah mencapai 38. Mencegah angka ini terus meningkat, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta wali kota dan bupati memantau kesehatan para perantau di daerahnya masing-masing.

"Kami minta setiap perantau cek kesehatan dan pantau terus. Kalau perlu protokol terus memantau sampai level desa, bahkan RT, dan RW," kata Ganjar Pranowo, Rabu (25/3).

Ganjar mengaku mendapatkan informasi ada pergerakan warga perantauan dari Jateng yang mempercepat mudik ke kampung halaman.

"Ada 80 bus membawa 1.776 penumpang dari Jakarta ke Jepara. Juga terjadi peningkatan penumpang dari Jabodetabek yang turun di terminal-terminal di Jateng," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ganjar mengatakan ada 10 rumah sakit yang sedang merawat pasien positif Corona. Yakni di RS Moewardi Surakarta 1 orang, RSUP Dr Kariadi Semarang 2 orang, RS Wongsonegoro Semarang 4 orang, RSUD Goeteng Purbalingga 3 orang, RSUD Cilacap 1 orang, RSUD Banyumas 3 orang, RS Kardinah Tegal 1 orang, RSUD Soediran Wonogiri 1 orang, RS Sudjono Magelang 2 orang, dan RSUD Setjonegoro Wonosobo 1 orang.

"Pasien yang dirawat 34 orang dan empat telah meninggal dunia. Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 2.858 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 257," jelasnya.

Dia meminta penambahan jumlah pasien ini menjadi perhatian serius. Tentunya, dia juga meminta partisipasi masyarakat untuk tetap berdiam di rumah membantu menekan sebaran virus Corona.

"Jangan menyepelekan, jangan merasa kuat dan sehat lalu berbuat semau sendiri tanpa mengindahkan imbauan pemerintah. Boleh jadi Anda kuat, Anda sehat, atau imun Anda bagus, sehingga meskipun tertular Anda tidak merasakan gejala sakit. Tapi ketahuilah, Anda tetap bisa menularkan virus ini pada orangtua, istri, suami, dan anak-anakmu," ungkapnya.

Untuk mengantisipasi berkumpulnya warga pada keramaian, meminta para kepala daerah menutup tempat-tempat yang berpotensi menciptakan kerumunan seperti alun-alun, objek wisata, pantai dan sebagainya.

"Kami juga melarang setiap bentuk aktivitas massal seperti peribadatan dan resepsi pernikahan. Sebab sekarang sudah banyak korban jatuh. Bahkan tak sedikit tenaga medis yang berguguran. Karena itu, sayangi dirimu, sayangi keluargamu, bersama kita patuhi himbauan pemerintah, agar tidak semakin banyak air mata tertumpah. Semoga pageblug ini segera bisa kita lalui," tutupnya. (mdk/lia)

Baca juga:
1.400 Tempat Hiburan di DKI Tutup Imbas Covid-19, yang Bandel Izin Dicabut
Satu Balita Warga Cilacap Positif Covid 19, Kondisi Stabil
Ngotot Pilih Wagub DKI, PAN Rela Terinfeksi Corona Demi Warga Jakarta
Profil dr Tirta, Dokter Muda yang Jadi Relawan Hadapi Virus Corona di Indonesia
WHO Sebut Kasus Infeksi Virus Corona di Italia Mulai Melambat
Diminta Warganet Ikut Berdonasi Lawan Corona, Ini Jawaban Menohok Ria Ricis

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Putar Otak Bisnis Ritel Hadapi Corona

5