4 Jenazah TKI Korban Kecelakaan Bus di Malaysia Tiba di Bandara Kualanamu

PERISTIWA | 11 April 2019 17:01 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Empat jenazah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang meninggal akibat kecelakaan bus karyawan Malaysia Airlines di Selangor, Malaysia, tiba di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumut, Kamis (11/4) siang. Keempatnya langsung dibawa ke kampung halamannya masing-masing untuk dimakamkan.

Jenazah diterbangkan ke Sumut menggunakan pesawat Malaysia Airlines dan mendarat di Bandara Kualanamu sekitar pukul 11.00 WIB. Kedatangan disambut keluarga yang menunggu sejak pagi. Empat unit ambulans disiagakan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP3TKI) Medan di sana.

Dua dari empat jenazah TKI itu merupakan warga Sumut dan dua lainnya warga Aceh. Dua TKI asal Sumut yakni: Ayu binti Zulkarnaen (22), warga Dusun 4, Desa Pematang Ganjang, Kecamatan Sei Rampah, Serdang Bedagai (Sergai), dan Rosvita Loka Harahap (23), warga Dusun 3 Paluh Manan, Hamparan Perak, Deli Serdang. Sementara dua lainnya berasal dari Aceh, yakni Azura Afrianti (22) dan Fitri Nurjahari (21).

"Semuanya hari ini dipulangkan, yakni 4 jenazah, 2 dari Aceh, 1 Sergai, 1 Paluh Manan," kata Fuad Wahyudi, Kasi Perlindungan BP3TKI Medan.

Keempat korban merupakan karyawan perusahaan kargo Malaysia Airlines. Mereka merupakan bagian dari 43 karyawan Malaysia Airlines yang ada dalam bus yang kecelakaan di Selangor, Malaysia, pada Minggu (7/4) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Sebanyak 12 orang meninggal dunia dalam peristiwa ini, termasuk keempat TKI itu.

Masih ada 10 TKI yang luka-luka akibat peristiwa itu. Fuad mengatakan, pihaknya masih menunggu kabar mereka dari Malaysia. "Masih menunggu informasi karena yang luka sebagian masih dirawat di rumah sakit. Kalau ada yang cacat dianggap enggak bisa kerja nanti akan dipulangkan. Warga Sumut yang luka terdata 10 orang tetapi ada yang sudah keluar, yang rawat jalan 2 orang," jelas Fuad.

Dia mengatakan, saat ini pihaknya mengutamakan pemulangan jenazah korban. Selanjutnya mereka akan mengurus hak-hak ahli waris mereka.

"Kalau asuransi di Indonesia tidak ada, karena memang mereka semua rata-rata (sudah bekerja) di atas 2 tahun jadi asuransi di Indonesia sudah tidak ada. Hak asuransi di Malaysia tetap ada, nanti kita pada dasarnya yang utama pemulangan jenazah, baru hak-haknya akan kita urus," jelas Fuad.

Sementara keluarga merasa sangat kehilangan dengan meninggalnya para TKI ini. Nurhayati (50), ibu dari Rosvita Loka Harahap, misalnya. Bukan hanya kehilangan putrinya, dia juga kehilangan sosok yang menjadi tulang punggung utama keluarganya.

Rosvita merupakan sulung dari empat bersaudara. Dia menjadi TKI sejak 2016 untuk membantu perekonomian keluarganya, terutama karena ayah sudah meninggal sejak dia kelas 1 SMA.

Nurhayati, ibu Rosvita mengatakan putrinya merupakan anak yang baik. "Dia anaknya penurut, dia tulang punggung keluarga kami," katanya.

Nurhayati mendapatkan kabar putrinya meninggal karena kecelakaan pada Senin (8/4) pagi. Dia menerima kabar duka itu dari teman Rosvita.

Baca juga:
Kisah Pilu TKI Korban Perdagangan Orang di Suriah, Diacuhkan KBRI & Diperkosa
8 Tersangka Perdagangan Orang Jaringan Internasional Ditangkap
Soroti Nasib Buruh Migran, PSI Dorong Dibentuknya Daerah Pemilihan Khusus Luar Negeri
Politikus Hanura Minta PP UU Buruh Migran Segera Diterbitkan Untuk Lindungi TKI
Kunjungi Rumah Siti Aisyah, Fraksi PKS Minta Pemerintah Tingkatkan Perlindungan TKI

(mdk/bal)