4 Kejanggalan pengakuan Serda Ucok sang eksekutor Cebongan

4 Kejanggalan pengakuan Serda Ucok sang eksekutor Cebongan
Sidang kasus Lapas Cebongan. ©2013 Merdeka.com/parwito
PERISTIWA | 17 Juli 2013 05:30 Reporter : Hery H Winarno

Merdeka.com - Eksekutor kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cebongan Sleman, Serda Ucok Tigor Simbolon mengaku sempat shock usai menembak empat tahanan titipan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal itu disampaikan Ucok di pengadilan.

"Sesaat setelah menembak orang ke empat di dekat kamar mandi, saya sempat gemetar dan syok, sampai kemudian saya merasa ada yang menepuk pundak saya dan menarik ke luar ruangan sel," kata Ucok di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta seperti dikutip dari Antara, Selasa (16/7).

Pengakuan tersebut disampaikan Ucok ketika menjadi saksi pada sidang lanjutan kasus penyerangan Lapas Cebongan pada berkas dua dengan lima terdakwa yakni Sertu Tri Juwanto, Sertu Anjar Rohmanto, Sertu Martinus Roberto, Sertu Suprapto, dan Sertu Hermawan Siswoyo.

Namun banyak kejanggalan dalam pengakuan Ucok tersebut. Ucok mengaku bahwa dirinya menembak Dicky cs lantaran mereka memukul dirinya terlebih dahulu dengan besi di LP Cebongan. Berikut beberapa kejanggalan pengakuan Ucok dalam sidang tersebut:

Baca Selanjutnya: Ucok dkk mengaku mencari kelompok...

Halaman

(mdk/mtf)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami