4 Masalah Krusial Ini Bikin Jokowi Jengkel dan Marahi Pejabat

PERISTIWA | 7 Agustus 2019 05:00 Reporter : Desi Aditia Ningrum

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa kali sempat memarahi pejabat. Hal ini karena para pejabat dianggap tak becus menangani masalah yang terjadi di kementerian atau lembaga.

Terlebih lagi masalah-masalah itu sangat merugikan masyarakat. Sehingga Jokowi geram dan menegur pejabat. Lantas masalah apa saja yang membuat Jokowi naik pitam? Berikut ulasannya:

1 dari 4 halaman

Pemadaman Listrik Berjam-jam

Pemadaman listrik yang terjadi pada Minggu (5/8) lalu, membuat Presiden Jokowi jengkel. Senin (6/8) pagi, Jokowi mendatangi direksi PT PLN Persero untuk mengetahui penyebab pemadaman listrik.

Direksi PLN menjelaskan secara rinci penyebabnya. Namun Jokowi menganggap itu terlalu teknis. Kemudian, Jokowi 'menyemprot' PLN. Jokowi menilai PLN tidak bisa mengantisipasi kejadian-kejadian yang bakal terjadi. Karena akibat pemadaman listrik berjam-jam itu, konsumen dirugikan. Jokowi meminta PLN membenahi kinerja agar pemadaman tak terjadi lagi.

"Apakah tidak dihitung? Apakah tidak dikalkulasi kalau akan ada kejadian-kejadian, sehingga kita tahu sebelumnya? Kok tahu-tahu drop. Artinya, pekerjaan yang ada tidak dihitung, tidak dikalkulasi, dan itu betul-betul merugikan kita semuanya. Saya minta tidak terulang lagi, itu saja. Cukup sekian," kata Jokowi.

2 dari 4 halaman

Masalah Impor Migas Tinggi

Presiden Jokowi menyebut bahwa ekspor Indonesia dari Januari hingga Mei 2019 mengalami penurunan sebesar 8,6 persen dengan nilai USD 68,46 miliar.

Jokowi lantas menegur Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri BUMN Rini Soemarno terkait besarnya impor minyak dan gas (migas) yang mencapai USD 2,09 miliar pada Mei 2019. Dia meminta agar dua menteri tersebut lebih memperhatikan nilai impor yang sangat tinggi akibat pembelian migas.

"Coba dicermati angka-angka ini dari mana kenapa impor jadi sangat tinggi, kalau didetailkan lagi migasnya ini naiknya gede sekali. Hati-hati di migas Pak Menteri ESDM yang berkaitan dengan ini. Bu Menteri BUMN yang berkaitan dengan ini, karena ratenya yang paling banyak ada di situ," ujar Jokowi, pada Senin (8/7).

3 dari 4 halaman

Anggaran Kementerian LHK

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya sempat menjadi sasaran sentilan Presiden Jokowi. Saat itu Jokowi mengkritik anggaran yang dikucurkan untuk penanaman hutan sangatlah besar tetapi tak kunjung membuahkan hasil.

"Saya jengkel betul. Saya tanya ke Menterinya. Mana barangnya? Anggaran tahun ini. (Dijawab) sudah ditanam sekian ribu hektar. Ya mana tanamannya. Saya orang lapangan. Akan saya cek dan kontrol semuanya," tegas Jokowi beberapa waktu lalu.

4 dari 4 halaman

Utang BPJS

Kemudian masalah lain yang bikin Presiden Jokowi memarahi pejabatnya yaitu soal utang BPJS. Saat itu Jokowi marah lantaran masalah utang BPJS belum dibayarkan ke Rumah Sakit (RS). Sehingga Jokowi pun menegur Menteri Kesehatan Nila Moeloek.

Menurut Jokowi urusan pembayaran utang RS sampai ke presiden cukup keterlaluan, karena seharusnya selesai di menteri kesehatan dan Dirut BPJS.

"Kalau tahun depan masih diulang kebangeten. Selalu saya tekankan sistem, selalu saya tekankan manajemen. Karena memang itu. Tapi masa setiap tahun harus dicarikan solusi. Mestinya sudah rampung-lah di Menkes, di Dirut BPJS," ucap Jokowi, pada Rabu (17/10/2018), di JCC Senayan. (mdk/has)

Baca juga:
Presiden Jokowi Pimpin Rakornas Pengendalian Karhutla 2019 di Istana
Presiden Jokowi Minta Skema Pembiayaan Pemindahan Ibu Kota Mulai Disiapkan
5 Tahun Menjabat, Presiden Jokowi Dinilai Tak Berpihak pada Buruh
Jokowi Malu Berkunjung ke Malaysia-Singapura Gara-gara Kabut Asap Karhutla
Jokowi Ancam Copot Pangdam dan Kapolda Jika Tak Mampu Atasi Karhutla
Berduka, Jokowi Kenang Salat Jamaah Diimami Mbah Moen