4 Menteri hadiri syukuran 70 tahun Gus Mus di Semarang

PERISTIWA | 6 September 2014 22:58 Reporter : Parwito

Merdeka.com - Sebanyak empat menteri dan puluhan seniman serta budayawan menghadiri acara 'Selamatan Gus Mus 1944-2014 yang ke 70 Tahun: Kemanusiaan, Kebangsaan dan Pluralisme' yang digelar di Gedung Pertemuan Balairung Universitas IKIP PGRI Semarang, di Jalan Lontar, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (7/9).

Keempat menteri yang hadir dalam rangka tasyakuran KH Mustofa Bisri (Gus Mus) itu adalah Menag Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Hilmy Faisal.

Hadir juga pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang duduk di sebelah kanan Gus Mus serta Ibu Shinta Nuriyah, istri mendiang KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Kemudian puluhan budayawan dan seniman yang hadir di antaranya Goenawan Mohammad, D Zawawi Imron, Sudjiwo Tedjo, Tanto Mendhut, Radhar Panca Dahana, Timur Sinar Suprabana, Triyanto Tiwikromo, Lian Gaouw dan lainnya.

"Kami bangga mendapatkan kepercayaan untuk menjadi tuan rumah di acara selamatan dan syukuran sekaliber beliau (Gus Mus)," ungkap Ketua PB PGRI Sulistiyo yang menjadi tuan rumah acara tersebut.

Pada kesempatan itu, Sulistiyo menyatakan bahwa dalam acara yang dimulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB itu akan dilakukan testimoni 20 tokoh dan pejabat serta pembacaan puisi-puisi karya Gus Mus.

"Diilhami oleh puisi beliau dan lukisannya maka kami akan menyambut kedatangan para tamu dan beliau yang terhormat dengan puisi 'Ajari Kami Gus'," ungkapnya.

Sementara, Kholik Arif, pemrakarsa acara yang merupakan Bupati Wonosobo, menyatakan tidak bermaksud untuk merayakan ulang tahun. "Tapi kita ingin dapatkan berkah baik dari lukisan Gus Mus penuh makna. Maupun puisi-puisi yang mempunyai kandungan pluralisme yang sangat luas. Kita semua ingin mendapatkan pencerahan dari orangtua kita Gus Mus yang merupakan sesepuh Indonesia yang mampu merajut kesatuan di berbagai lini dan tokoh di bidangnya," jelasnya.

Kholik berharap agar ke depan Gus Mus bisa menjadi sosok dan tokoh pengayom Indonesia.

"Semoga bisa menjadi 'Bapak Pengayom Indonesia' yang bisa menjadi panutan dan tuntunan," ungkapnya.

Sampai berita ini diturunkan, acara masih berlangsung dengan berbagai kegiatan yaitu pameran dan lelang lukisan yang sampai pukul 22.00 WIB sudah terjual hasil karya lukisan. Hasil dari penjualan lukisan akan disumbangkan ke panti asuhan dan kepada masyarakat yang berhak menerima.

(mdk/ren)

TOPIK TERKAIT