4 Polisi di Kupang Diduga Keracunan, Pemilik Usaha Bakso Kecewa Dihakimi di Medsos

4 Polisi di Kupang Diduga Keracunan, Pemilik Usaha Bakso Kecewa Dihakimi di Medsos
Ilustrasi keracunan makanan. ©Shutterstock/pogonici
NEWS | 17 Juni 2021 03:00 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Empat personel Direktorat Lalu Lintas Polda Nusa Tenggara Timur, muntah-muntah seusai mengonsumsi bakso di Kota Kupang. Polisi masih menyelidiki dugaan keracunan ini, sedangkan pemilik usaha kuliner itu kecewa karena kabar yang beredar di media sosial menghakiminya meskipun belum ada bukti.

Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, empat polisi yang muntah-muntah yakni: Ipda Sisilia Trisnawati, Brigpol Hony Bait, Brigpol Angel Kana, dan Brigpol Jimmy Riwoe. Mereka sebelumnya sama-sama mengonsumsi bakso dari Bakso Kota Cak Man Kupang di Jalan WJ Lalamentik, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, akhir pekan lalu sekitar pukul 12.30 Wita.

Setelah pulang ke rumah masing-masing, keempatnya muntah-muntah. Mereka langsung dibawa ke IGD RS Bhayangkara Titus Uly Kupang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kabar itu dibenarkan Brigpol Hony Bait. "Benar, saya sempat dirawat di IGD rumah sakit Bhayangkara setelah makan bakso. Saya muntah-muntah," ujarnya, Rabu (16/6).

Direktur Lalu Lintas Polda NTT Kombes Pol Iroth Laurens Recky juga membenarkan adanya kejadian itu. "Iya (anggota muntah-muntah setelah makan bakso)," ujarnya.

Tim medis dari rumah sakit Bhayangkara dan Bid Dokkes Polda NTT pun langsung melakukan pemeriksaan food security di Rumah Makan Bakso Kota.
Kabid Dokkes Polda NTT Kombes Pol Sudaryono yang dikonfirmasi di Mapolda NTT membenarkan kejadian ini. "Iya, beberapa hari lalu dan sudah ditangani pihak kepolisian," tandasnya.

Sementara itu, di media sosial beredar informasi bahwa setelah polisi melakukan pemeriksaan ditemukan kandungan formalin yang tinggi pada mi kuning sebesar 0,8 miligram. Juga ada kandungan nitrit sebesar 0,6 miligram pada daging dan saus sambal tomat. Kandungan formalin 0,25 miligram pada daging. Selain itu kandungan formalin sebesar 0,8 miligram pada mi bakso goreng serta kandungan formalin 0,6 miligram pada tahu bakso.

Pemilik Usaha Bakso Kecewa

Sementara itu, pemilik Bakso Kota Cak Man Kupang Kristin SP menjelaskan, setelah beredarnya informasi keracunan bakso yang dialami sejumlah pelanggan, dia langsung berinisiatif mendatangi Balai POM Kupang untuk memastikan keamanan produk yang dijualnya. Namun, jangankan hasilnya, pengujian sampel pun belum dilakukan.

"Saya baru dari Balai POM dan tentunya tidak menyangkal bahwa ada kejadian pekan lalu. sebagai pelaku usaha kita ikuti proses. Saat kejadian saya lagi tidak di tempat, saya lagi di Sabu Raijua," katanya kepada wartawan, Rabu (16/6) petang.

Menurut Kristin, Senin (15/6) setelah pulang bertugas dari Sabu Raijua, dia ke Polres Kupang Kota sebagai pemilik Bakso Kota untuk memastikan perkembangan terkait persoalan itu. Oleh penyidik, dia disuruh menunggu karena sampel produk yang dikonsumsi bahkan yang dijual di Outlet Bakso Kota sudah diambil dan sedang diuji di Balai POM Kupang.

"Saya disuruh tunggu nanti hasil Balai POM Kupang keluar. Saya memang terganggu karena berita yang tiba-tiba, jadi Rabu saya langsung ke Polres dan katanya jika sudah ada hasil dari Balai POM maka akan dihubungi bagaimana kelanjutan. Bahkan tadi ada penyidik kaget bahwa kok ada berita seperti ini, karena sampai dengan jam 2 saya di sana belum ada hasil dari Balai POM," ujarnya.

Kristin mengaku kaget dengan informasi yang beredar di grup-grup Whatsapp bahwa produknya mengandung beberapa bahan berbahaya, karena setelah dia mengecek langsung ke Balai POM, pemeriksaan sampel produknya bahkan belum dilakukan.

Namun atas nama pribadi, Kristin mengaku prihatin dan meminta maaf atas kejadian yang menimpa beberapa orang pelanggannya. "Saya kaget karena informasi yang beredar bahwa produk saya mengandung formalin sekian persen, nitrit sekian persen dan lain-lain, setelah saya cek di Balai POM ternyata sampelnya belum diperiksa. Biarlah ini menjadi pelajaran berharga, agar ke depan kita lebih hati-hati dan lebih waspada dalam mengelola usaha apalagi di bidang kuliner," ungkapnya.

Kristin mengklarifikasi informasi yang beredar bahwa Bakso Kota mengandung formalin dan bahan berbahaya lainnya itu tidak benar. Karena hingga saat ini hasil pemeriksaan sampel belum dikeluarkan secara resmi Balai POM Kupang.

"Informasi yang beredar bahwa bakso mengandung formalin itu tidak benar. Seperti tahu yang saya pakai itu saya beli, tidak buat sendiri. Kecap, saus dan mi pun sama, saya beli, tidak buat sendiri. Sementara daging atau pentolan kita beli daging baru mol di pasar," tutup Kristin.

Diperoleh informasi beberapa korban sempat diperiksa penyidik Sat Reskrim Polres Kupang Kota. Namun Kapolres Kupang Kota belum memberikan pernyataan resmi terkait persoalan ini. (mdk/yan)

Baca juga:
Minum Disinfektan Campur Sari Buah, 19 Tahanan LP Perempuan Dirawat di RSUP Sanglah
8 Napi Wanita di Bali Minum Desinfektan Dicampur Nutrisari, 1 Tewas
Puluhan Warga Karanganyar Diduga Keracunan Takjil yang Disantap saat Buka Bersama
Puluhan Warga di Karanganyar Keracunan Usai Menyantap Takjil, 1 Meninggal Dunia
Polisi Selidiki Penyebab Warga Binaan Lapas Gorontalo Keracunan
Ratusan Warga Binaan Lapas Gorontalo Diduga Keracunan Makanan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami