4 Saksi Diperiksa, Guru SD di Banyuasin Diduga Tewas karena Jeratan di Leher

4 Saksi Diperiksa, Guru SD di Banyuasin Diduga Tewas karena Jeratan di Leher
PERISTIWA | 9 Juli 2020 20:55 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Polisi masih melakukan penyelidikan terkait penemuan mayat guru SD Efriza Yuniar alias Yuyun (50) di dalam ember dengan kondisi telanjang dan tangan terikat tali rapia di perut. Dugaan awal, kematian janda tersebut karena dibunuh.

Kapolres Banyuasin AKBP Danny Sianipar mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah memeriksa empat saksi yang pertama kali menemukan korban. Penyidik juga menyisiri barang bukti di TKP sebagai awal penyelidikan.

"Saksi-saksi ada empat orang yang menemukan korban pertama kali, mereka masih diinterogasi," ungkap Danny, Kamis (9/7).

Dari pemeriksaan fisik luar, kata dia, tidak ditemukan luka-luka di tubuh korban selain bekas jeratan di leher. Jeratan itu diduga menjadi penyebab kematian korban.

"Kemungkinan leher dijerat sampai tidak bisa bernapas korbannya," ujarnya.

Dikatakan, ember yang berisi mayat korban tersebut dibungkus kain tebal semacam karpet. "Untuk jelasnya kita lakukan penyelidikan terlebih dahulu siapa pembunuhnya dan motifnya," kata dia.

Keluarga mencurigai seorang tetangga berinisial AC (18) sebagai pelakunya.

Kakak korban, Muhammad Gani (57), mengungkapkan, dugaan tersebut lantaran terduga pelaku pernah dipergoki korban mencuri di rumahnya beberapa waktu lalu. Karena masih bertetangga, korban hanya menasihati AC agar tidak mengulangi perbuatannya.

"Dugaan kami sama warga di sana, dia (AC) itu pelakunya, arahnya cenderung ke sana," ungkap Gani di RS Bhayangkara Palembang.

Dari informasi yang diterimanya, AC telah diamankan polisi dan masih menjalani pemeriksaan. Hasil olah TKP, dua unit ponsel milik korban hilang yang diduga dibawa kabur pelaku.

"Kabarnya sudah dibawa ke polsek. Siapapun pelakunya kami minta dihukum seberat-beratnya, nyawa dibayar nyawa," kata dia.

Gani menuturkan, korban hilang kontak sejak Selasa (7/7) malam. Awalnya, teman-teman korban sesama guru SD Negeri 11 Muara Telang beberapa kali menghubungi melalui sambungan telepon namun tak aktif. Penasaran, mereka meminta warga untuk mengecek korban di rumahnya. Pintu korban dalam posisi terkunci dan akhirnya ditemukan kuncinya dibawa meja.

"Warga temukan adik saya di ember kamar mandi. Kaki di atas, kepala di bawah, tangan terikat tali rapia, leher terjerat ikat pinggang, kondisinya tanpa busana," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Jalur 5, Desa Marga Satwa Rahayu, Kecamatan Sumber Marga Telang, Banyuasin, Sumatera Selatan, gempar dengan penemuan mayat salah satu warganya di dalam ember dengan kondisi telanjang. Polisi masih menyelidiki kasus ini untuk mengungkap pelaku pembunuhan.

Yuyun merupakan guru Sekolah Dasar Negeri 11 Muara Telang Banyuasin. Korban diketahui berstatus janda. Mayat korban ditemukan dalam ember besar berdiameter sekitar 60 centimeter dalam kondisi telanjang dan tangan terikat tali rapia di perut. (mdk/cob)

Baca juga:
Guru SD di Banyuasin Ditemukan Tewas Terikat dalam Ember
Pembunuh Remaja Putri di Palembang Masih Siswa SMK, Modus Tawarkan Pekerjaan
Diperiksa Selama 5 Hari, Saksi Kasus Pembunuhan Diduga Dianiaya di Kantor Polisi
Polda Sumut Proses Anggota Polsek Percut Sei Tuan Aniaya Saksi Pembunuhan
Pembunuh Paman Diciduk Usai Salat, Motif Kesal Tak Bantu Selesaikan Masalah
Pembunuh Remaja Putri di Kamar Hotel Palembang Diringkus

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami