4 Strategi Wapres Ma'ruf Majukan Potensi Pasar Muslim Dunia di Indonesia

4 Strategi Wapres Ma'ruf Majukan Potensi Pasar Muslim Dunia di Indonesia
Wapres Maruf Amin di Peringatan Hari Ulang Tahun Otonomi Daerah ke-25. ©2021 Istimewa
NEWS | 3 Juni 2021 13:14 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Wakil Presiden (Wapres), Ma'ruf Amin, menyebut ada sejumlah strategi yang bisa Indonesia dilakukan untuk menggaet pasar muslim dunia. Strategi itu guna menjawab laporan State Global Islamic Economic Report 2020-2021 pada tingkat konsumsi masyarakat muslim dunia mencapai 2,02 triliun Dollar Amerika di sektor makanan, farmasi, kosmetik, mode, perjalanan dan media/rekreasi halal.

"Pertama, dengan mengembangkan riset halal dan meningkatkan substitusi impor. Kedua, dengan membangun kawasan-kawasan halal yang terintegrasi dengan fasilitas logistik halal," kata Ma'ruf Amin saat.

Hal itu dia sampaikan saat membuka acara Indonesia Industrial Moslem Exhibition (II-Motion) 2021 melalui konferensi video di Kediaman Resmi Wapres, Jalan Diponegoro No. 2, Jakarta Pusat, Kamis (3/6).

Kiat ketiga, lanjut Ma'ruf, dengan dengan membangun sistem informasi halal termasuk mempercepat proses penyelesaian sertifikat halal. Terakhir, adalah dengan meningkatkan kontribusi produsen-produsen produk halal, baik skala mikro, menengah, dan besar untuk ekspor produk halal ke seluruh dunia (Global Halal Value Chain).

"Melihat berbagai potensi yang kita miliki, ditambah dukungan pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal, saya optimis Indonesia mampu menjadi produsen produk halal terbesar di dunia dalam waktu mendatang," yakin Ma'ruf.

Namun demikian, lanjut Ma'ruf, menilik data OIC Economic Outlook 2020, di antara negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Indonesia belum menjadi yang nomor satu dan masih berada di posisi kelima dengan proporsi 9,3% di bawah Arab Saudi (14,5%), Malaysia (13,3%), Uni Emirat Arab (12,3%), dan Turki (10,1%). Selain itu, Indonesia juga merupakan importir terbesar keempat dengan proporsi 8,4% di bawah Uni Emirat Arab (12,2%), Turki (12,1%) dan Malaysia (11,8%).

"Jadi Indonesia harus lebih gigih berusaha menguasai pasar halal dunia khususnya negara-negara OKI," ujar Ma'ruf.

Reporter: M Radityo
Sumber: Liputan6.com (mdk/lia)

Baca juga:
Ma'ruf Amin Ingin RI Jadi Produsen dan Eksportir Produk Halal Terbesar Dunia
Wapres Ma'ruf Sebut Perlu Kerja Sama Selesaikan Persoalan Kemanusiaan
Wapres Minta Jam'iyah Batak Muslim Indonesia Sebarkan Dakwah Kerukunan
Wapres Ingin Pesantren Jadi Pengawal 'Wasathiyah' Indonesia
Wapres Resmikan Auditorium KH Ma'ruf Amin
Wapres: Jangan Sampai Ujian Pandemi Buat Kita Lemah dan Putus Asa

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami