4 Warga Aceh Pembawa 53 Kg Sabu Dituntut Hukuman Mati

PERISTIWA | 4 Oktober 2019 23:25 Reporter : Dedi Rahmadi

Merdeka.com - Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Aceh, menuntut hukuman mati terhadap empat terdakwa narkoba dengan barang bukti 53 kilogram sabu.

Tuntutan dibacakan JPU dalam sidang di Pengadilan Negeri Lhokseumawe, Jumat (4/10). Sidang dengan majelis hakim diketuai Mukhtar, didampingi Jamaluddin dan Mukhtari, masing-masing sebagai hakim anggota.

Empat terdakwa dituntut hukuman mati yakni Muhammad Arazi (26), Hamdan Syukranilillah (24) dan Irwandi (27), ketiganya warga Lhokseumawe. Serta Ibnu Sahar (37), warga Pidie.

Keempat terdakwa hadir ke persidangan didampingi penasihat hukumnya Anita Karlina. Sedangkan JPU yakni Helfandra Busrian, Muhammad Doni Sidik, dan Al Muhajir.

Dalam amar tuntutannya, JPU menyatakan keempat terdakwa terbukti bersalah secara meyakinkan melanggar Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 UU Nomor 35/2009 tentang narkotika.

Jaksa penuntut umum menyebutkan, terdakwa menyelundupkan 53 kilogram sabu-sabu dari Thailand. Para terdakwa ditangkap tim gabungan Pangkalan TNI AL Lhokseumawe, Pangkalan Utama TNI AL I/Belawan, dan Komando Armada TNI AL I di perairan Lhokseumawe, pada 18 Maret 2019.

Anita Karlina, penasihat hukum para terdakwa, menyatakan tuntutan hukuman mati terlalu berat dan karena itu mereka akan mengajukan pledoi atau pembelaan. (mdk/ded)

Baca juga:
Ekspresi Komedian Rifat Umar Jadi Tersangka Kasus Kepemilikan Ganja
4 Anggota TNI di Aceh Diciduk Lagi Pesta Sabu di Hotel, Satu Berpangkat Letkol
Polisi Telusuri Pemasok Ganja ke Artis Rifat Umar
Artis Rifat Umar Ditangkap Terkait Kasus Narkoba
Dalam Operasi Antik 2019, Polresta Denpasar Tangkap 28 Pelaku Narkoba di Bali
Tentara Meksiko Temukan Ladang Ganja Seluas 3 Hektar

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.