4 Warga Sikka NTT Meninggal Dunia usai Makan Ikan Buntal

4 Warga Sikka NTT Meninggal Dunia usai Makan Ikan Buntal
Ilustrasi mayat. ©2012 Merdeka.com/sapto anggoro
NEWS | 28 Juni 2021 14:27 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Belasan warga Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) keracunan usai memakan ikan buntal. Dari 12 orang yang diduga keracunan ikan tersebut, delapan orang dirawat RSUD dr TC Hillers Maumere. Sedangkan empat orang meninggal dunia, Minggu (27/6) malam.

Empat korban yang meninggal yakni Bernadus Simon (40), Sirilus Andria (20), Anselmus Labas Lodan (39) dan FMA (14) yang diketahui adalah anak dari Bernadus Simon.

Delapan orang yang masih dirawat RSUD TC Hillers Maumere dan empat warga yang dinyatakan meninggal merupakan warga Wairita, Dusun Daranatar, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka NTT.

Informasi yang dihimpun Liputan6.com di RSUD TC Hillers Maumere, bahwa pada Minggu (27/6) pagi, sekitar 20 orang duduk berkumpul di tempat penyulingan moke (kuwu) di samping rumah Bernadus Simon.

Mereka berkumpul sambil menenggak minuman tradisional yang biasa disebut moke. Mereka meminum moke sambil makan ikan buntal yang diberikan oleh tetangga.

Sekitar 2 jam kemudian, mulai muncul reaksi pusing, mual, dan muntah pada salah seorang warga. Dari kejadian tersebut, belasan warga yang mengalami hal yang sama dilarikan ke RSUD TC Hillers oleh warga lainnya sekitar pukul 17.00 WITA.

Setelah tiba di RSUD TC Hillers Maumere, empat orang tidak bisa tertolong nyawanya. Sementara itu, delapan orang dirawat intensif di IGD di RSUD TC Hillers Maumere dan seorang dinyatakan sembuh sehingga diperbolehkan pulang.

Kepala Desa Hoder, Martina Bunga di RSUD Maumere menjelaskan, bahwa dirinya belum bisa memberikan keterangan kepada media terkait kejadiaan yang dialami warganya.

Dia membenarkan keempat warganya meninggal dunia diduga akibat keracunan ikan, dan yang lainnya tengah dirawat di IGD RSUD TC Hillers Maumere.

"Sesuai dengan keterangan dari para pasien bahwa mereka makan ikan yang sudah dimasak yang diberikan oleh tetangga, setelah satu jam para korban mulai merasakan mual, pusing, dan muntah, sehingga langsung dilarikan ke di RSUD TC Hillers Maumere," kata Martina. Dikutip dari Liputan6.com, Senin (28/6).

Untuk keterangan lebih lanjut, Martina masih menunggu keterangan dari pihak kepolisian karena yang memasak ikan beracun itu saat ini diamankan oleh Polsek Waigete.

Sementara Floribertus Nong salah seorang korban keracunan ikan ditemui di ruangan IGD mengatakan mereka makan ikan yang diberi tetangga.

"Kami sekitar 20 orang makan ikan tersebut dan selesai makan ikan tersebut kami belasan orang mulai merasakan keram, pusing, mual dan muntah," sebutnya.

"Dari kejadian tersebut, kami semua dilarikan ke di RSUD TC Hillers Maumere dan sampai dengan saat ini badan masih terasa lemas, keram, dan pusing walaupun sudah sedikit membaik," dia menandaskan. (mdk/cob)

Baca juga:
Kehausan dan Tak Fokus, Relawan PPKM Mikro Salah Minum Cairan Desinfektan
Polisi Sebut Napi Wanita Keracunan Karena Iseng Campur Desinfektan dengan Sari Buah
4 Polisi di Kupang Diduga Keracunan, Pemilik Usaha Bakso Kecewa Dihakimi di Medsos
Minum Disinfektan Campur Sari Buah, 19 Tahanan LP Perempuan Dirawat di RSUP Sanglah
8 Napi Wanita di Bali Minum Desinfektan Dicampur Nutrisari, 1 Tewas
Puluhan Warga Karanganyar Diduga Keracunan Takjil yang Disantap saat Buka Bersama

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami