45 SD di Kota Tangerang Mulai Gelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

45 SD di Kota Tangerang Mulai Gelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
Ilustrasi. ANTARA
NEWS | 25 Oktober 2021 02:38 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Pemerintah Kota Tangerang segera membuka Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tingkat Sekolah Dasar (SD) pada Senin (25/10). PTM akan digelar secara bertahap dan terbatas, berdasarkan hasil penilaian tim pengawas Dinas Pendidikan Kota Tangerang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Jamaluddin menerangkan, pada tahap pertama PTM tingkat SD, terdapat 45 sekolah negeri dan swasta yang akan menggelar PTM dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Di Kota Tangerang ada 448 sekolah dasar, semuanya dapat menjalankan PTM. Namun secara bertahap," kata Jamaludin dikonfirmasi, Minggu (24/10).

Dia merinci, pembukaan PTM di tingkat SD di Kota Tangerang, pada tahap pertama atau Senin besok itu hanya bagi 10 persen SD swasta dan negeri.

"Tahap kedua 20 persen, ketiga 20 persen dan begitu seterusnya. Mudah-mudahan dalam dua bulan ke depan, semua SD sudah dapat menggelar PTM 100 persen," jelas dia.

Namun begitu, Jamaludin menekankan hanya siswa yang telah divaksin dan mendapatkan persetujuan dari orang tua maupun wali murid saja yang bisa mengikuti PTM pekan depan.

"Sekolah juga perlu memastikan, keluarga atau kerabat yang berada satu rumah dengan siswa, sudah menerima vaksin dosis satu dan dua. Jika belum, siswa hanya dapat mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah," bebernya.

Diketahui, saat ini, anak di bawah umur 12 tahun belum bisa menerima vaksin. Untuk itu, demi keselamatan dan kesehatan bersama, maka orang tua, kakak dan seluruh keluarga yang tinggal satu rumah sudah divaksin lengkap.

"Ini menjadi syarat utamanya, jika ingin mengirimkan anaknya melakukan PTM," ujar dia.

Dia juga meminta penerapan protokol kesehatan di sekolah, semakin diperketat. Agar menghindari penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster sekolah maupun pendidikan.

"Tentunya dengan disiplin mengenakan masker selama berada di sekolah, tidak memperkenankan kantin buka dan pedagang keliling di sekitar sekolah dan memberlakukan sistem antar jemput oleh pihak keluarga," terangnya.

Selanjutnya, pelaksanaan PTM di tingkat SD juga dibatasi waktu pembelajaran di sekolah, yang hanya 3 jam. Setelah pembelajaran selesai, anak-anak diharuskan langsung kembali ke rumah. Untuk sementara ini, tidak ada kegiatan lain, seperti ekstrakurikuler di luar jam pembelajaran.

Sebagai informasi, beberapa SD yang akan melaksanakan PTM pekan depan, antara lain SDN Tangerang 6, SDN Sukasari 4, SDN Jurumudi 1, SDN Pinang 7 dan SD Asy-Syukriyyah. (mdk/cob)

Baca juga:
Temukan Siswa Positif Covid-19, Bupati Sleman Hentikan Sementara PTM di SMP
Marak Klaster PTM, dr Reisa Minta Masyarakat Gencarkan 3T
Bupati Sleman: Siswa Kena Covid-19 saat PTM Sudah Ditangani, Orang Tua Jangan Panik
Tes Acak Temukan Siswa Positif Covid-19, Walkot Kediri Instruksikan PTM Jalan Terus
Klaster PTM Bertambah, Pemkot Solo Perbanyak Testing dan Tracing

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami