450 Anggota Yonif 125 Dikirim ke Perbatasan RI-Papua Nugini

450 Anggota Yonif 125 Dikirim ke Perbatasan RI-Papua Nugini
Pelepasan 450 TNI ke Perbatasan RI-Papua Nugini. ©istimewa
NEWS | 18 Mei 2020 03:40 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Sebanyak 450 personel Yonif 125/Simbisa, Brigif 7/RR, dikirim ke Papua untuk menjaga perbatasan Republik Indonesia dengan Papua Nugini. Pasukan diberangkatkan melalui jalur laut dari dermaga umum Pelabuhan Belawan, Medan, Minggu (17/5).

Upacara pengantaran pasukan ini dipimpin Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI MS Fadhilah. Sejumlah pejabat juga hadir di sana, seperti Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, Danlantamal I Belawan Laksma TNI Abdul Rasyid K, Pangkosek Hanudnas III Marsma TNI Djohn Amarul, Sekretaris Daerah Provinsi Sumut R Sabrina, dan Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution.

"Setelah melewati berbagai berbagai latihan dan persiapan beberapa waktu yang lalu, maka Yonif 125/Simbisa dinyatakan siap untuk melaksanakan tugas operasi di perbatasan RI-Papua Nugini," ujar MS Fadhilah.

Dia mengatakan, negara memberi kepercayaan kepada Yonif 125 Simbisa untuk melakukan operasi itu. Karenanya, setiap prajurit harus menjaga kehormatan diri dan Kodam I/Bukit Barisan, sekaligus kedaulatan NKRI.

"Perlu diketahui bahwa wilayah perbatasan nanti masih banyak terjadi pelanggaran lintas batas, penyelundupan, pergeseran patok atau bahkan aksi kelompok bersenjata. Dikaitkan dengan perkembangan situasi terakhir di wilayah operasi, khususnya di daerah perbatasan nanti, masih ada juga kelompok yang ingin memisahkan diri dari NKRI. Karena itu tidak boleh lupa, kalian harus terus waspada, siap siaga dan penuh kesungguhan untuk dapat melaksanakan tugas pengamanan di wilayah perbatasan nanti," tegasnya.

Pasukan dari Yonif 125/Simbisa ini akan ditambah dengan pasukan dari Jawa Timur. Mereka diperkirakan tiba di wilayah Merauke sekitar tiga pekan mendatang. Selanjutnya, pasukan ditempatkan di kawasan yang berpotensi rawan selama kurang lebih 9 bulan.

2 dari 2 halaman

Selain para pejabat TNI, Polri, dan pemerintahan, prajurit juga dilepas keluarga. Isak tangis dan rasa haru pun mengiringi keberangkatan pasukan yang diperkirakan berada di Jawa Timur pada saat Hari Raya Idulfitri 1441 H.

Sekdaprov Sumut R Sabrina berharap penugasan ini menjadi inspirasi dan semangat bagi yang lain. "Saya mendoakan mereka, sebagai ibu, istri, saya doakan mereka selamat berangkat dan selamat kembali ke sini," ujarnya.

Sementara Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin yang pernah menjadi Kapolda Papua memberikan pesan khusus kepada para prajurit yang diberangkatkan. Mereka diingatkan agar menjaga diri. Kewaspadaan harus menjadi yang utama, selain menghormati dan menghargai adat budaya setempat.

"Saya berharap dan berdoa semoga seluruhnya akan kembali dengan selamat dan dalam keadaan sehat walafiat dan berangkatlah dengan rasa bangga dan rasa tanggung jawab," harap Martuani. (mdk/bal)

Baca juga:
Istri Berulah di Media Sosial, Seorang Prajurit TNI AD Ditahan 14 Hari
TNI AU Punya Sosok Captain Marvel Letda Ajeng Tresna, Penerbang Tempur Wanita Pertama
Mengenal Letda Ajeng, Penerbang Tempur Wanita Pertama TNI AU
Jenderal TNI Andika Ungkap Ada Istri Anggota Ditolak RS, Singgung Soal Nyawa Manusia
Perjuangan Putri Lenggo Geni, Anak Petani 6 Kali Gagal Seleksi Kini Jadi Perwira TNI

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami