485 Rumah di Karawang Tergenang Banjir, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter

485 Rumah di Karawang Tergenang Banjir, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter
PERISTIWA | 21 Februari 2020 14:05 Reporter : Bram Salam

Merdeka.com - 485 Rumah warga tergenang banjir di dua desa Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat. Air meluap ke permukiman sejak Kamis (20/2) kemarin.

Berdasarkan data BPDB Karawang, di Desa Karangligar, banjir menggenangi 411 rumah dihuni 506 kepala keluarga dengan jumlah 1.481 jiwa. Selain itu, banjir juga terjadi di Desa Mekarmulya 74 rumah, 86 KK atau 263 jiwa.

"Jumlah rumah yang terdampak luapan sungai Cibeet ada 485 rumah di dua desa yaitu Karangligar dan Mekarmulya," kata Kepala BPBD Karawang, Yasin, Jumat (21/2).

Yamin mengatakan, ketinggian air mulai 30 sentimeter hingga 1,5 meter di Kecamatan Telukjambe Barat. Akibatnya, warga pun mengungsi.

"Warga sudah mengungsi ke rumah-rumah yang belum terdampak banjir," kata dia.

Kepala Dusun Pangasinan, Amo (54) mengaku sejak dilanda banjir bantuan dari pemerintah belum diterima warga padahal warga mulai membutuhkannya.

"Sejak kemarin belum ada bantuan, sementara pekerjaan lumpuh karena akses jalan tertutup banjir," ujar Amo.

Dia hanya berharap pemerintah harus lebih tanggap. "Kami minta tolong, agar bantuan segera dikirim," kata Amo.

1 dari 1 halaman

Daerah Langganan Banjir

Wilayah Kecamatan Teluk Jambe Barat, Karawang, diketahui sebagai daerah langganan banjir, khususnya Desa Karangligar.

Banjir disebabkan meluapnya dua sungai yaitu sungai Cibeet dan sungai Citarum, sehingga jika intensitas hujan tinggi maka air akan naik ke permukiman dan merendam rumah warga.

Komalasari (45) mengatakan sejak kemarin air lebih cepat masuk ke permukiman warga, akibat meluapnya sungai Cibeet, warga sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman dari genangan banjir.

"Air dari sungai lebih cepat naik.kepemukiman warga," kata Komalasari, Jumat (21/2).

Dia menegaskan banjir saat ini merupakan banjir yang ketujuh kalinya warga merasa belum tenang dan menghadapi musim hujan ini karena setiap hujan lebat dipastikan banjir.

"Sehingga kami selalu berjaga agar tidur tidak terlalu nyenyak," katanya.

Petugas tanggap darurat bencana menyisir warga untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan aman dari banjir, baik ke rumah kerabat maupun tempat lain yang dianggap masih aman dari genangan banjir.

"Kami keliling pemukiman meminta warga untuk mengungsi ketempat aman, karena ketinggian air terus bertambah," kata petugas seorang petugas, Lilik. (mdk/gil)

Baca juga:
Katulampa Siaga 3, Anies Imbau Warga Bantaran Kali Waspada Banjir
Nestapa Warga Rawa Terate Jadi Langganan Banjir
Diguyur Hujan Deras Sejak Semalam, 8 Ruas Jalan di Jakarta Tergenang
Diskominfo: Bupati Jember Tak Sedikit Pun Berniat Menarik Lagi Bantuan
Bendung Katulampa Siaga 3, BPBD Jakarta Keluarkan Peringatan Dini Banjir
Pemerintah Bantah Ibu Kota Baru Terendam Banjir
Pekalongan Banjir, 818 Orang Mengungsi dan 1 Korban Meninggal

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami