5 Anak Meninggal Dunia Akibat DBD, Keluarga Takut Bawa ke RS Karena Tak Punya BPJS

5 Anak Meninggal Dunia Akibat DBD, Keluarga Takut Bawa ke RS Karena Tak Punya BPJS
suasana ruang perawata DBD di Sikka, NTT. ©2020 Merdeka.com
PERISTIWA | 14 Maret 2020 15:02 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Lima orang warga Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur dilaporkan meninggal dunia, akibat mewabahnya penyakit demam berdarah sejak bulan Januari kemarin.

Bupati Kabupaten Belu, Wilibrodus Lay kepada wartawan mengaku, pasien yang meninggal rata-rata anak berumur dibawa 10 tahun. Hal ini karena tidak memiliki BPJS, sehingga takut membawa anak mereka ke rumah sakit.

"Anak-anak ini meninggal karena terlambat ditangani secara medis. Orang tua takut ke rumah sakit karena tidak punya BPJS. Anak-anak yang meninggal umur dibawa 10 tahun, yang terakhir meninggal itu kemarin umur tujuh tahun, mereka datang sudah dalam keadaan kritis semua," katanya, Sabtu (14/3).

Menurut Wili, ia sudah melayangkan surat edaran kepada seluruh kepala desa dan camat, maupun instansi vertikal lainnya di Kabupaten Belu, untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa pelayanan pasien demam berdarah dilakukan secara gratis.

"Saya sudah sampaikan untuk berobat gratis ke rumah sakit. Edaran ke desa, lurah, camat dan instansi vertikal lainnya untuk bawa pasien yang demam untuk didiagnosa, jangan pikir biaya karena ada pemerintah. Kemarin ada yang meninggal di depan saya, saya sangat sedih," ujarnya menghimbau.

Ia menambahkan, laporan yang diterima saat ini terdapat kurang lebih 80 pasien demam berdarah sementara dirawat di rumah sakit umum daerah Mgr. Gabriel Manek Atambua.

"Untuk penetapan kejadian luar biasa (KLB) kita harus minta ke dinas kesehatan provinsi. Saya lebih setuju KLB sehingga ada perhatian dari pemerintah pusat, karena ini lebih dari virus Corona. Saya minta bantuan peralatan dari pemerintah pusat, kalo tidak ya kami beli sendiri alat seperti fogging, untuk antisipasi nyamuk demam berdarah," tegasnya Wili.

Ia meminta masyarakatnya di perbatasan Timor Leste itu, untuk selalu membersihkan sampah di sekitar rumah masing-masing, karena Nusa Tenggara Timur saat ini tercatat sudah 39 orang meninggal akibat demam berdarah. (mdk/rhm)

Baca juga:
Tambah 30 Ahli Medis, Menkes Terawan Klaim Kasus DBD Berkurang
Kasus DBD Meningkat, Dinkes Jabar Imbau Masyarakat Lakukan 3 Langkah Ini
Bertambah, Korban Meninggal Akibat DBD di NTT Menjadi 39 Orang
Alat Diagnosa DBD di NTT Rusak, DPR Minta Kemenkes Kerja Cepat
Kasus DBD di Sumsel Mencapai 1.400, 3 Orang Meninggal Dunia

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami