5 Fakta penderitaan muslim Rohingya ditolak Malaysia dan Indonesia
PERISTIWA | 19 Mei 2015 09:03 Reporter : Laurel Benny Saron Silalahi

Merdeka.com - Lebih dari 700 orang muslim Rohingya dan Bangladesh kembali terdampar di Aceh. Para pengungsi ini tiba di Indonesia ditolong oleh nelayan yang sedang berlayar. Wajah ratusan muslim Rohingya terlihat kucel dengan dibalut pakaian seadanya. Mereka pasrah setelah diusir militer angkatan laut Malaysia di batas perairan Indonesia.

Malaysia secara terang-terangan menolak kehadiran etnis muslim Rohingya dari Myanmar itu. Selama beberapa tahun ini, mereka diketahui memasuki Malaysia secara diam-diam.

"Kami tidak akan membiarkan kapal asing masuk," kata Tan Kok Kwee, laksamana pertama lembaga penegak maritim Malaysia, seperti dikutip dari Sydney Morning Herald, beberapa hari lalu.

Setelah ditolak Malaysia, kapal yang membawa ratusan manusia itu pun terombang ambing di laut dan memasuki perairan Indonesia. Ketidaksengajaan para pengungsi memasuki perairan Indonesia juga sempat ditolak oleh TNI AL.

"Mereka (pengungsi Rohingya yang terdampar di Aceh) salah jalan," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Manahan Simorangkir.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Fuad Basya mengatakan, sikap TNI masih tetap menolak kedatangan pendatang illegal yang akan memasuki perairan Indonesia, tetapi juga tak mengabaikan sisi kemanusiaan jika ada yang membutuhkan pertolongan di laut.

Berikut 5 fakta penderitaan muslim Rohingya ditolak Indonesia dan Malaysia:

1 dari 5 halaman