5 Penambang Emas di Yahukimo Tewas, 253 Orang Kabur ke Boven Digoel Papua

PERISTIWA | 4 September 2019 18:50 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Kepolisian menyebutkan ada lima orang tewas saat melakukan pendulangan emas di Distrik Saradela, Kabupaten Yahukimo, Papua. Menurut Menko Polhukam Wiranto, lima orang itu merupakan penambang emas ilegal.

"Saya sudah tanyakan di sana, ternyata pada 23 September memang terjadi serangan dari penduduk setempat atau suku Dani, bersenjata tombak, panah menyerang pendulang emas ilegal yang datang dari luar daerah," kata Wiranto saat di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (4/9).

Pasca kejadian itu sebanyak 253 orang melarikan diri ke wilayah Boven Digoel, Papua untuk berlindung. Wiranto menegaskan, para petugas keamanan telah berada di lokasi untuk mengamankan lokasi tersebut.

"Sebanyak 253 orang sekarang ini melarikan diri ke daerah tanah merah Boven Digoel. Aparat keamanan sudah mulai mengamankan daerah itu supaya tidak terjadi bentrokan," katanya.

Sebelumnya, sebanyak lima penambang emas di Yahukimo Papua tewas. Mereka menjadi korban pembunuhan dalam insiden penyerangan yang terjadi di lokasi.

"Informasi awal lima orang yang diperkirakan tewas," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/9).

Dedi menyebut, diduga pelaku penyerangan merupakan warga Yahukimo. Mereka menggunakan sejumlah senjata tajam jenis panah, tombak, dan parang.

"Pelaku melarikan diri ke dalam hutan. Jadi diserang sama warga lokal, nyerang gitu aja. Tidak ada konflik sebelumnya," jelas dia.

Baca juga:
Penyerangan Tambang Emas di Yahukimo Papua, TNI-Polri Fokus Evakuasi Pekerja
Lima Penambang Emas di Yahukimo Papua Tewas Diserang Warga Lokal
Wiranto: Peran Asing dalam Kerusuhan di Papua Bukan Dugaan, Sudah Ada Bukti
Alasan Wilayah, Kapolri Terjunkan Personel Polri Lebih Banyak di Jayapura
Komisi HAM PBB Serukan Dialog untuk Isu Papua dan Pemblokiran Internet Dicabut
Akses Internet Sejumlah Kabupaten di Papua Mulai Dipulihkan

(mdk/rhm)