5 Peristiwa Paling Besar Sepanjang 2018

PERISTIWA | 29 Desember 2018 11:37 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Sejumlah peristiwa besar terjadi di Indonesia sepanjang Tahun 2018. Mulai dari perhelatan olahraga, tingginya suhu politik menjelang Pemilu 2019 hingga serangan teror dan bencana alam.

Semuanya terekam dalam dapur redaksi merdeka.com. Namun dari sekian banyak peristiwa ada lima kejadian besar yang menjadi sorotan.

Berikut lima peristiwa paling besar sepanjang 2018 dirangkum merdeka.com:

1 dari 5 halaman

Asian Games

Jokowi dan Prabowo peluk atlet pencak silat. ©Istimewa

Pelaksanaan ajang pesta olahraga terbesar se-Asia ini berlangsung sejak 18 Agustus-2 September di Jakarta-Palembang. Indonesia mencatatkan tinta emas dalam ajang pesta olahraga yang digelar empat tahunan ini.

Indonesia sukses sebagai penyelenggara maupun melebihi target 10 besar dalam perolehan medali dalam Asian Games 2018 ini. Indonesia berada di peringkat keempat dengan raihan 98 medali, yang terdiri dari 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu.

Sementara China keluar sebagai juara umum Asian Games 2018 dengan koleksi 289 medali dengan rincian 132 emas, 92 perak, dan 65 perunggu. Prestasi ii sekaligus mengukuhkan dominasinya pada sepuluh gelaran terakhir.

Capaian ini merupakan prestasi terbaik Indonesia sejak Asian Games dilaksanakan di New Delhi 1951. Pada edisi Asian Games digelar di Incheon, Korea, kontingen merah putih berada di peringkat 17.

Medali terbanyak diberikan atlet dari cabang olahraga Pencak Silat. 14 medali emas disumbang dari cabang olahraga ini.

Sebagai apresiasi terhadap prestasi itu pemerintah memberikan bonus terhadap para atlet dan pelatih. Pemerintah menggelontorkan dana Rp 210 miliar bagi atlet dan pelatih yang menyabet medali di ajang Asian Games.

2 dari 5 halaman

Pemilihan Capres-Cawapres

Pengundian nomor urut Capres dan Cawapres. ©2018 Liputan6.com/Faizal Fanani

Dari dunia politik bursa pemilihan calon presiden dan wakil presiden menjadi sorotan. Kejutan terjadi ketika petahana Joko Widodo (Jokowi) memilih Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden.

Sebelum nama Ma'ruf sejumlah nama tokoh baik digadang-gadang menjadi pendamping Jokowi sejak pertengahan tahun. Nama-nama itu disebut-sebut berlatar belakang akademisi, cendekiawan, purnawirawan TNI Polri dan kalangan teknokrat dan profesional.

Salah satu inisial nama dikabarkan menjadi pendamping mantan Gubernur DKI Jakarta itu berinisial M. Saat itu, nama mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD santer dikabarkan yang dipinang Jokowi.

Mahfud mengaku bahkan mendapat panggilan saat ditunjuk oleh Jokowi untuk berpartisipasi di Pilpres 2019.

Mahfud menceritakan, kabar dirinya akan segera ditunjuk menjadi bakal Cawapres pertama kali diberitahu oleh Mensesneg Pratikno. Bahkan, dia diminta untuk mempersiapkan CV dan baju untuk pendaftaran ke KPU pada Jumat (10/8).

Namun, Jokowi memutuskan Ketua MUI KH Ma'ruf Amin sebagai bakal calon wakil presiden yang mendampinginya di Pilpres 2019. Keputusan itu diambil setelah Jokowi menggelar rapat finalisasi bersama sembilan ketum dan sekjen parpol koalisi di Restoran Plataran, Menteng, Jakarta, Kamis (9/8). Keduanya pun resmi mendaftar ke KPU sebagai pasangan capres dan cawapres. Keduanya mendapat nomor urut 01.

Tak hanya di petahana, majunya Prabowo Subianto untuk kembali melawan Jokowi dalam pemilihan presiden juga penuh intrik. Prabowo sebelumnya dikabarkan hendak melepas tongkat estafet sebagai penantang Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang. Namun setelah mendapat sokongan politik dari PKS, PAN, dan Partai Demokrat, mantan Danjen Kopassus ini akhir kembali maju sebagai capres.

Pemilihan pendamping Prabowo bisa dibilang lebih pelik. Peminangan pengusaha Sandiaga Salahuddin Uno sebagai cawapres membuat hubungan koalisi ini dengan Partai Demokrat memanas.

Sebelum meminang Sandiaga, Prabowo mendapat sejumlah nama disodorkan sebagai pasangannya pada Pilpres mendatang. Mulai dari elite parpol koalisi yang mengajukan ketua umum hingga nama usulan dari Ijtima Ulama.

Kemudian pada 9 Agustus, Prabowo Subianto resmi memilih Sandiaga Uno sebagai cawapres. Mereka diusung PKS, PAN dan Gerindra. Tak ada Partai Demokrat di sana. Saat itu, muncul mahar politik diberikan Sandiaga kepada PKS dan PAN sebagai Rp 500 miliar. Tudingan itu muncul dari politisi Partai Demokrat Andi Arief.

Arief juga berkicau Prabowo adalah jenderal kardus yang lebih memikirkan uang ketimbang kemaslahatan rakyat. Hal itu bentuk luapan kekecewaanya lantaran Prabowo melanggar kesepakatan dengan Demokrat yang mengajukan nama ketua Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono sebagai cawapres.

Hubungan kedua partai langsung tegang. Koalisi sempat terancam bubar. PAN dan PKS membantah keras tudingan Andi Arief.

Namun, setelah lobi-lobi politik akhirnya Demokrat resmi ikut mendukung Prabowo dan Sandiaga Uno. Mereka mengaku pilihan internal lebih condong pada Prabowo daripada Jokowi. Prabowo-Sandiaga pun resmi mendapat ke KPU dengan didampingi AHY. Capres dan cawapres ini mendapat nomor urut 02.

3 dari 5 halaman

Kerusuhan di Mako Brimob Depok

Napi mako Brimob serahkan diri. ©2018 Merdeka.com

Selasa 8 Mei menjadi catatan kelam bagi polisi. Lima anggota polisi gugur saat bertugas di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Kelima anggota korps bhayangkara itu meregang nyawa setelah dihabisi narapidana teroris di Rutan Mako Brimob. Satu narapidana teroris juga tewas dalam insiden ini.

Polisi menyatakan kerusuhan dipicu makanan. Pemberian makanan yang telat dipersoalkan narapidana teroris. Mereka lantas rusuh. Menguasai sejumlah blok tahanan dan menyandera sejumlah polisi tengah bertugas. Lima polisi dan satu narapidana tewas dalam insiden kelabu ini. Baku tembak dengan polisi yang datang ke lokasi bahkan sempat terjadi.

Hingga akhirnya drama penyanderaan itu berakhir. Pembebasan para sandera membutuhkan hingga 36 jam sejak kerusuhan terjadi pada Selasa 8 Mei malam. Kerusuhan baru reda setelah pihak polisi dan narapidana bernegosiasi. Kesepakatan itu menjanjikan hak narapidana tak bakal dipangkas setelah dipindahkan ke Nusakambangan. 155 narapidana pun dipindahkan ke Mako Brimob.

4 dari 5 halaman

Teror Bom Surabaya

Bom Surabaya. ©2018 REUTERS/Beawiharta

Belum usai insiden kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, serangkaian ledakan bom mengguncang Jawa Timur. Ada lima tempat di Jawa Timur menjadi sasaran ledakan bom dari para teroris.

Ledakan pertama terjadi di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel pada pukul 06.30. Kemudian bom meledak di Gereja kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro pukul 07.15 WIB dan di Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno pada pukul 07.53 WIB. Selanjutnya di Rusun Wonocolo, Sidoardjo, Jawa Timur dan Polrestabes Surabaya.

Tak tanggung-tanggung, para teroris beraksi mulai pagi sampai malam hari. Ledakan bom juga tak hanya sekali, melainkan dua sampai tiga kali. Jumlah korban dari serangkaian teror bom ini mencapai 12 orang meninggal dan 13 pelaku tewas.

Pelaku menggunakan berbagai cara saat meledakkan bom yang mereka bawa, seperti dengan menggunakan mobil, pria menggendong ransel sambil mengendarai motor, bahkan seorang ibu yang membawa bom sambil menggandeng dua anak perempuannya.

Ledakan yang terdengar di Gereja Santa Maria, Jalan Ngagel Madya Utara, Surabaya, diduga bom bunuh diri. Dalam rekaman CCTV terlihat dua pria berboncengan sambil menggendong ransel yang diduga berisi bom.

Menurut Frans, ada 13 orang korban akibat ledakan ini. Di antaranya 10 warga dan jemaat Gereja Santa Maria, 2 polisi dan 1 pelaku bom bunuh diri.

Selang 30 menit kemudian ledakan bom kedua terjadi di GKI Diponegoro pukul 07.45 WIB. Pelaku diduga seorang ibu yang menggandeng dua anak perempuannya. Ketiganya tewas dan tiga orang lainnya mengalami luka parah.

Saat itu kebaktian di GKI Jalan Diponegoro Surabaya belum dimulai. Menurut jadwal, kebaktian akan berlangsung pada pukul 08.00 WIB.

Ibu dan dua anaknya yang berupaya masuk ke ruang kebaktian ini sempat dihalau oleh seorang sekuriti di pintu masuk GKI Jalan Diponegoro Surabaya, sebelum kemudian ketiganya meledakkan diri di halaman gereja.

Belum selesai, ledakan bom ketiga terjadi di Gereja Pantekosta. Menurut saksi mata, diduga teroris melakukan serangan bom dengan menggunakan mobil.

Kepala UPTD 1 Surabaya Pusat Dinas Kebakaran Kota Surabaya Arie Bekti mengatakan, jumlah korban meninggal dunia di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jalan Raya Arjuno, Minggu pagi, berjumlah empat orang. Korban tewas salah satunya adalah pelaku yang menyerang dengan menggunakan mobil.

Bergeser dari Surabaya, ledakan terjadi di Rusun Wonocolo, Sidoarjo, Minggu malam (13/5) pukul 22.56 WIB. Polisi memastikan tiga korban tewas dalam insiden ledakan di rusunawa Wonocolo Sidoarjo. Dari hasil penyelidikan mereka diketahui merupakan satu keluarga.

Sebelumnya polisi menyebut ada lima korban ledakan di rusun tersebut. Polisi mengungkapkan bahwa dari lima orang tersebut, dua di antaranya telah dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan, sisanya masih berada di dalam Rusun.

Ledakan kembali terjadi keesokan harinya, Senin pagi (14/5) pukul 08.50 di Polrestabes Surabaya. Akibatnya, 4 orang tewas dan 6 warga sipil jadi korban dalam ledakan tersebut.

Keempat orang tersebut merupakan pelaku pengendara motor. Korban tewas terdiri dari tiga laki-laki dan satu perempuan. Mereka adalah pelaku yang berboncengan dua motor.

Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, terduga pelaku mengendarai dua motor Beat dan Supra. Terdiri dari empat orang dewasa dan satu anak.

"Empat untuk sementara ini meninggal dunia, ledakan berasal dari rangkaian motor Beat dan Supra," kata Frans.

5 dari 5 halaman

Gempa dan Tsunami

Basarnas evakuasi korban gempa di Palu Utara. ©2018 Foto Basarnas

Duka mewarnai tanah air akibat bencana alam yang terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2018. Dari catatan Badan Nasional penanggulangan Bencana (BNPB) gempa pertama terjadi pada 23 Januari 2018. Saat itu telah terjadi Gempa di Lebak yang mengakibatkan 8.467 unit rumah rusak. Dari angka itu sebanyak 1.071 mengalami rusak berat, 2.271 mengalami rusak sedang dan 5.125 rusak ringan.

Pada bulan April 2018, Indonesia kembali didatangi musibah bencana alam yakni gempa yang terjadi di Banjarnegara. Sebanyak 2.125 mengungsi, 2 orang meninggal dunia dan 27 orang mengalami luka berat maupun ringan. Atas musibah tersebut, sebanyak 465 unit rumah menjadi rusak. Di antaranya 144 rumah rusak berat, 125 rumah rusak sedang, 196 rumah rusak ringan dan 10 unit fasilitas rusak.

Kemudian, pada 13 Juni 2018 terjadi gempa di Sumenep yang mengakibatkan 25 unit rumah rusak ringan, 6 orang luka-luka dan 3 fasilitas peribadatan (2 rusak berat dan 1 rusak ringan), 2 fasilitas pendidikan (1 rusak berat dan 1 rusak ringan).

15 Juni 2018 gempa di Sarmi. Gempa ini mengakibatkan 3 orang luka-luka, 118 unit rumah rusak (86 unit rusak berat dan 32 unit rusak ringan).

Kemudian pada Juli 2018 terjadi gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengakibatkan sebanyak 564 orang meninggal dunia, 1.886 orang luka-luka, 11.510 orang mengungsi dan 149.715 unit rumah rusak. Di bulan Agustus 2018, Indonesia mengalami musibah bencana alam Kebakaran Hutan, Lahan (Karhutla) dan kekeringan.

Meskipun sudah diguncang gempa pada 13 Juni 2018, ternyata Sumenep mengalami musibah gempa lagi yang terjadi pada 11 Oktober 2018. Pada saat itu, gempa menewaskan 3 orang, 36 orang luka-luka, 552 unit rumah rusak dan 11 unit fasilitas rusak.

Tsunami

 /></p>
<p><br />Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, pada pukul 28 September 2018. Pusat gempa berlokasi di 27 kilometer timur laut Kabupaten Donggala. Gempa itu memicu tsunami yang menyapu teluk Palu, tepatnya di daerah Pantai Talise dan sekitarnya.<br /><br />BNPB mencatat jumlah korban meninggal akibat gempa dan tsunami ini berjumlah 2.113 orang. Di Palu korban tewas tercatat 1.703 orang, Donggala 171 orang, Sigi 223 orang, Parigi Moutong 15 orang, dan Pasangkayu 1 orang.<br /><br />Korban luka-luka akibat bencana ini mencapai 4.612 jiwa. Bencana tersebut membuat 223.751 orang mengungsi di 122 titik di Palu dan Donggala. BNPB juga mencatat ada 66.926 rumah rusak. Selain itu, sekitar 2.700 sekolah dan 7 unit fasilitas kesehatan turut rusak.<br /><br />Kemudian tsunami menerjang sejumlah kawasan di pesisir pantai Banten dan Lampung Selatan pada Sabtu, 22 Desember 2018 malam. Dampak bencana tsunami Selat Sunda melanda beberapa daerah seperti pantai barat Provinsi Banten, yaitu Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang dan di pantai selatan Provinsi Lampung meliputi Kabupaten Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pesawaran.<br /><br />BMKG menyebut tsunami ini diduga disebabkan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Erupsi diperkirakan terjadi pada pukul 21.17 WIB dan mengakibatkan gelombang arus pasang naik. Selain erupsi, menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rachmat Triyono, tsunami Selat Sunda dipicu oleh gelombang pasang karena bulan purnama.<br /><br />Tsunami di Selat Sunda ini mengakibatkan ratusan orang meninggal dan ribuan luka-luka. Sampai berita ini diturunkan, data dari BNPB mencatat 426 orang meninggal, 23 orang juga dilaporkan masih hilang. Sementara 7.202 orang lainnya mengalami luka-luka dan 40.386 orang mengungsi di berbagai tempat yang tersebar.<br /><br />Tsunami di Selat Sunda juga mengakibatkan kerusakan terhadap sejumlah sarana dan prasarana, yaitu 1.296 rumah, 78 penginapan dan warung, 434 perahu dan kapal, 69 kendaraan roda empat, 38 kendaraan roda dua, satu dermaga dan satu shelter. <b>(mdk/gil)</b></p><p class=Baca juga:
Potret Peristiwa Menghebohkan di Indonesia Sepanjang 2018
Langkah 5 Politikus yang Menyita Perhatian Publik
Wajah Baru Jakarta di 2018
Selain Trump dan Kim Jong-un, Lima Sosok Ini Paling Curi Perhatian Dunia di 2018
Para Tokoh yang Gagal 'Bersinar' di Dunia Politik pada 2018
Kaleidoskop 2018: Pertemuan IMF-World Bank Bali, Momentum Unjuk Gigi RI Pada Dunia