5 Wilayah di Yogyakarta Siapkan Pemakaman Khusus untuk Jenazah Pasien Corona

5 Wilayah di Yogyakarta Siapkan Pemakaman Khusus untuk Jenazah Pasien Corona
PERISTIWA | 3 April 2020 21:17 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Pemda DIY akan menyiapkan sejumlah tempat pemakaman khusus bagi jenazah pasien virus Corona. Pemakaman khusus bagi pasien virus Corona ini disiapkan sebagai langkah antisipatif jika ada penolakan pemakaman.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Administrasi Umum Pemda DIY, Sigit Sapto Raharjo menerangkan jika Pemda DIY sudah melakukan rapat koordinasi dengan kabupaten dan kota bersama dengan Kemendagri. Dari koordinasi ini sudah ada kesanggupan bagi masing-masing kabupaten dan kota untuk menyiapkan area pemakaman khusus terkait pasien virus Corona.

Sigit menerangkan dari lima kabupaten dan kota di DIY, dua kabupaten yaitu Sleman dan Bantul sudah memiliki lokasi pemakaman khusus. Sedangkan Kota Yogyakarta, Kabupaten Kulonprogo dan Gunungkidul sudah berkomitmen akan menyiapkan lokasi pemakaman khusus.

"Tadi rapat dengan Kementerian Dalam Negeri salah satu poinnya menyediakan pemakaman apabila masyarakat tidak menerima kita sudah ada, baik kabupaten di masing-masing kabupaten sudah menyiapkan," ujar Sigit, Jumat (3/4) di Kompleks Kantor Gubernur DIY.

"Tadi di teleconference Pak Bupati Sleman sudah menyediakan beberapa hektare di Prambanan, baik Sleman Barat maupun Sleman Timur. Bantul juga sudah siap. Yang belum tahu itu Gunungkidul, Kulonprogo sama kota. Itu yang belum tapi prinsipnya siap. Kita akan koordinasi semuanya kan bisa," sambung Sigit.

1 dari 1 halaman

Sementara itu menurut PJ Sekda Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya menyebut ada dua lokasi pemakaman yang disiapkan oleh Pemkab Sleman. Dua lokasi ini ada di Kecamatan Seyegan dan Kecamatan Prambanan.

Harda memastikan jika di wilayahnya tidak akan ada penolakan terhadap jenazah pasien positif virus Corona. Harda menyebut semua jenazah akan mendapatkan penghormatan yang layak sebagaimana semestinya.

"Kalau Sleman tidak perlu khawatir Pasti dimakamkan dengan baik, dihormati layaknya umat," tutur Harda. (mdk/ray)

Baca juga:
Turis Sepi Karena Covid-19, 60 Persen Karyawan Hotel di DIY Dirumahkan
Cegah Corona, Kepala Daerah Bisa Minta Kereta Api Tak Singgah di Daerahnya
Jumlah Tenaga Medis di DKI Positif Covid-19 Bertambah Jadi 95 Orang
Perta Arun Gas Jamin Pasokan Gas Tetap Aman di Tengah Pandemi Covid-19
Ketika Pandemi Covid-19, Muncul Petisi Bebaskan Mantan Menkes Fadilah Supari

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami