50 Buronan Kejati Sumut Belum Tertangkap, Adelin Lis Paling Kakap

PERISTIWA » MAKASSAR | 20 Juli 2019 01:33 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) merilis 50 orang yang masuk daftar pencarian orang (DPO). Mereka diburu karena terlibat perkara korupsi hingga pidana umum.

"Setelah kita melakukan pendataan ada 50 DPO lagi yang masih dikejar," ungkap Asintel Kejati Sumut, Leo Simanjuntak, Jumat (19/7).

Di antara 50 orang uang masuk DPO itu, terdapat 28 orang yang telah dipublikasikan. Salah satunya adalah Adelin Lis, buronan kelas kakap, yang dihukum 10 tahun penjara dalam perkara pembalakan hutan di Mandailing Natal (Madina). Dia sudah masuk DPO sejak 8 tahun lalu.

Sementara sebagian lain buronan belum terpublikasi. Kejati Sumut mengalami kendala karena mereka belum memiliki foto sang buronan. "Itu menjadi kendala kita dalam menangkap semuanya," jelas Leo

Selain yang masih diburu, sejumlah buronan telah ditangkap tim Kejati Sumut sejak 2018. Jumlahnya mencapai 35 orang.

Sebanyak 29 orang buronan ditangkap pada 2018. Dari jumlah itu hanya dua yang terlibat pidana umum, sementara 27 lainnya terlibat perkara korupsi.

Sementara yang tertangkap tahun ini baru 6 orang. "Empat DPO kasus korupsi dan dua lagi pidana umum," tegas Leo.

Penangkapan ke-35 buronan itu tidak terlepas dari kerja keras tim Kejati Sumut. Masyarakat juga turut membantu memberikan informasi.

Leo mengimbau buronan yang belum tertangkap segera menyerahkan diri. "Saya mengimbau agar segera tunduk kepada hukum yang berlaku," tutupnya.

Baca juga:
Divonis Bebas di Makassar, Kijang Bandar Narkoba Asal Pinrang Kini Buronan BNN
Polisi Bantah Keluarkan Selebaran Buru Caleg Gerindra Terlibat Politik Uang
Nekat Tabrak Mobil Polisi, Buronan Kasus Perampokan di Bali Diberi Timah Panas
DPO Rutan Donggala Kabur Setelah Gempa, Ditangkap Usai Curi Motor di Samarinda
Tim Gabungan Bekuk Buron 6 Bulan Kasus Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto

(mdk/ray)

TOPIK TERKAIT
BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com