54 Titik Kebakaran Tersebar di Riau, Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat

PERISTIWA | 20 September 2019 22:41 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi adanya 101 titik panas di sebagian wilayah Riau. Dari jumlah itu, terdapat titik api akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebanyak 54 titik.

Imbasnya kualitas udara ‎di Pekanbaru masuk kategori sangat tidak sehat. Kondisi itu mendekati kategori berbahaya untuk dihirup.

"Kualitas udara di Pekanbaru dalam level sangat tidak sehat‎," ujar Kasi Data dan Informasi BMKG stasiun Pekanbaru Marzuki kepada merdeka.com, Jumat (20/9).‎

Marzuki menjelaskan, untuk titik panas totalnya ada 101 titik. Rinciannya, paling banyak di Indragiri Hilir yaitu 43 titik, disusul Rokan Hilir 21 titik, Pelalawan 12 titik, Indragiri Hulu 9 titik, Bengkalis 8 titik, Kuansing 4 titik, Kampar 2 titik, ‎Kepulauan Meranti 2 titik.

"Sementara untuk titik api akibat karhutla yang jumlahnya sebanyak 54 titik, tersebar di beberapa kabupaten dan paling banyak di Indragiri Hilir 24 titik. Disusul Rokan Hilir 10 titik, Indragiri Hulu 6 titik, Pelalawan 6 titik, Bengkalis 5 titik, Kuansing 2 titik, serta Kep Meranti 1 titik," imbuh Marzuki.

Marzuki menyebutkan, 4 daerah di Riau terpapar kabut asap, paling parah di Pekanbaru yakni 1,2 kilometer.‎ Kemudian Indragiri Hulu 1,2 km Pelalawan 1,7 km serta Dumai 3 km.

"Empat daerah itu masih diselimuti kabut asap. Kualitas udara Pekanbaru‎ yang masuk level sangat tidak sehat," tandasnya.

Baca juga:
Pekanbaru Tenggelam Dalam Lautan Asap
Kadiv Humas Polri Klaim Kondisi Riau Cerah, Masyarakat Beraktivitas Normal
Begini Kondisi Ular 'Berkaki' yang Terbakar di Hutan Riau
Ular Berkaki Mirip Naga Ditemukan Mati Terbakar di Lahan Indragiri Hulu
Sumut Siapkan Layanan Kesehatan Bagi Warga Riau yang Mengungsi karena Asap
Padamkan Karhutla, Hujan Buatan Berhasil Diturunkan di Merbau dan Rokan Hulu

(mdk/cob)