59 Ribu Warga Kabupaten Bekasi Belum Miliki e-KTP

PERISTIWA | 14 Oktober 2019 18:13 Reporter : Adi Nugroho

Merdeka.com - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 59 ribu warganya belum memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik. Penyebabnya, ketersediaan blanko terbatas dari Kementerian Dalam Negeri.

Kabid Pendaftaran Penduduk pada Disdukcapil Kabupaten Bekasi, Giri Waluyo mengatakan, 59 ribu warga yang belum memiliki KTP Elektronik telah melakukan perekaman data dan biometri atau statusnya Print Ready Record (PRR).

"Belum memiliki e-KTP karena keterbatasan blanko," kata Giri pada Senin (14/10).

Menurut Giri, paling banyak warga belum memiliki e-KTP merupakan penduduk di Kecamatan Tambun Selatan. Jumlahnya mencapai 33.500, sedangkan paling sedikit adalah penduduk di Kecamatan Muara Gembong.

"Saat ini alokasi blanko e-KTP hanya 20 sampai 30 keping yang didistribusikan setiap dua pekan sekali ke masing-masing kecamatan," kata dia.

Meski terkendala ketersediaan blanko, kata dia, penduduk Kabupaten Bekasi yang wajib KTP diimbau tetap melakukan perekaman di masing-masing kecamatan tempat tinggalnya. Sebagai identitas sementara, pemerintah menerbitkan surat keterangan sebagai administrasi kependudukan.

"Ini sangat penting dalam kepengurusan administrasi kependudukan, khususnya bagi warga pendatang," ujar Giri.

Seorang warga Tambun Selatan, Juniarto mengatakan, sudah dua tahun terakhir ini hanya memegang surat keterangan (Suket) karena belum ada blanko di kecamatan. Oleh karena itu, setiap enak bulan sekali harus memperbarui.

"Setiap nanya ke kecamatan alasannya tidak ada blanko," ujar dia.

(mdk/did)

TOPIK TERKAIT