6 Bocah Nonton Pasutri 'Live' Hubungan Badan Diduga Boleh Rekam Tiap Adegan

PERISTIWA | 18 Juni 2019 15:42 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - KPAID Tasikmalaya mengungkap bahwa pasangan suami istri mempertontonkan adegan ranjang di rumahnya berstatus nikah siri. Hal tersebut terungkap saat pihaknya melakukan pendalaman pada kejadian yang terjadi di Kecamatan Kadipaten, Kota Tasikmalaya.

"Diketahui pasangan L dan K ini memang nikahnya nikah sirri. Keduanya warga asli di sana (Kecamatan Kadipaten, Tasikmalaya)," kata Ketua KPAID Tasikmalaya, Ato Rinanto, Selasa (18/6).

Ato menyebut pihaknya terus mencoba melakukan pendalaman terkiat kejadian yang dilakukan pada bulan Ramadan kemarin. Di luar itu, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian karena kasusnya sedang ditangani setelah dilaporkan pada Jumat (14/6).

Selain itu, Ato juga menyebut bahwa pasutri tersebut dalam mempertontonkan adegan ranjangnya usia anak minimal 12 tahun.

"Para anak yang menonton bahkan diduga diperbolehkan merekam hubungan seks tersebut saat berada di dalam kamar rumah mereka," ucapnya.

Sebelumnya, sejumlah anak di Kecamatan Kadipaten, Kota Tasikmalaya, mendapatkan tontonan adegan ranjang sepasang suami istri. Pasangan tersebut pun dipolisikan oleh tokoh masyarakat sekitar karena aksi tidak terpujinya.

Kepala KPAID Tasikmalaya, Ato Rinanto menyebut awalnya menerima informasi dari tokoh masyarakat di Kecamatan Kadipaten, Tasikmalaya, tentang adanya anak yang menonton adegan ranjang pasangan suami istri berinisial E (25) dan L (25).
"Setidaknya ada enam anak yang sudah menonton adegan ranjang L dan E itu," kata Ato, Selasa (18/6).

Awal mulanya hal tersebut diketahui saat salah seorang anak menceritakan apa yang dialaminya kepada guru ngajinya. Oleh guru ngajinya kemudian dilaporkan kepada tokoh masyarakat.

Selain melaporkan ke KPAID Tasikmalaya, tokoh masyarakat pun melaporkan hal tersebut ke Polres Kota Tasikmalaya pada Jumat (14/6). KPAID Tasikmalaya sendiri usai menerima laporan langsung melakukan penyelidikan dan turun ke lokasi.

"Jadi pasutri ini menontonkan adegan ranjang kepada enam anak di rumahnya di Kecamatan Kadipaten saat Ramadan kemarin. Pasutri tersebut pun diketahui merupakan warga asli sana. Dan setelah adegan ranjang selesai, pasutri ini menarik uang (Rp5.000) atau kopi, bahkan mie instan yang sudah nonton adegan ranjang mereka," katanya.

Baca juga:
Sekjen MUI Tanggapi Video Mesum Pelajar SMK Bulukumba: Astaghfirullaaah !
KPAI Telusuri Video Porno Pelajar di Bulukumba, Duga Ada Pelanggaran Hak Anak
2 Siswa SMK Pemeran Video 'Jangan Nyalakan Blitz-nya' Dikeluarkan Sekolah
Mahathir Sebut Video Cabul Menteri Malaysia Direkayasa dan Bermuatan Politik
Skandal Video Homoseks Menteri Guncang Panggung Politik Malaysia
Video Cabul Sesama Jenis Diduga Menteri Beredar di Malaysia

(mdk/did)