6 Prajurit TNI AL Aniaya Pria di Purwakarta hingga Tewas

6 Prajurit TNI AL Aniaya Pria di Purwakarta hingga Tewas
Ilustrasi borgol. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori
NEWS | 18 Juni 2021 12:14 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Pria inisial FM, warga Purwakarta, tewas merenggang nyawa setelah sempat dilaporkan hilang. Rupanyam FM dikeroyok oleh enam anggota TNI AL yang tengah berdinas di Purwakarta.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Julius Widjojono mengakui terjadi pelanggaran berat yang dilakukan oleh anak buahnya kepada warga sipil. Bahkan, kasus ini dapat antesi khusus oleh Kepala Staf TNI AL (Kasal) Laksamana Yudo Margono.

“Kasal sadar sepenuhnya bahwa pelanggaran berat ini perlu ditindak tegas, menyakiti hati rakyat dan akan menghukum seberat-beratnya kepada para pelaku,” kata Julius di Jakarta, Jumat (18/6).

Pelakunya adalah enam anggota TNI AL berinisial, MFH, WI, YMA, BS, SMDR dan MDS. Seluruhnya telah ditangkap dan saat ini dipenjara di sel POMAL.

“Telah dilaksanakan penahanan di sel tahanan Puspomal untuk dimintai keterangan penyidikan lebih lanjut atas dugaan keterlibatan dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” jelas Julius.

Kasal secara khusus juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban. Dia berjanji tidak akan mentoleransi perbuatan anak buahnya tersebut. (mdk/rnd)

Baca juga:
Kronologi 6 Prajurit TNI AL Aniaya Pria di Purwakarta Hingga Tewas
Pria Spanyol Dihukum 15 Tahun Penjara karena Bunuh & Makan Potongan Tubuh Ibu Kandung
Pamit Menebas Rumput di Kebun Karet, Warga Banyuasin Ditemukan Tewas Diduga Dibunuh
Motif Pembunuhan Rian Hingga Dibakar di Maros Berlatar Asmara Sesama Jenis
Polisi Tangkap Pelaku Utama Pembunuhan Mayat Hangus di Maros
Stres Terlilit Utang, Motif Suami Bunuh Istri dan Balita di Kutai Timur

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami