6 Provinsi dengan Mobilitas ke Pusat Perbelanjaan Tertinggi

6 Provinsi dengan Mobilitas ke Pusat Perbelanjaan Tertinggi
Juru bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito. ©2020 Merdeka.com
PERISTIWA | 4 Mei 2021 17:02 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan mobilitas masyarakat ke pusat perbelanjaan meningkat. Bahkan, tercatat ada 6 dari 34 provinsi di Indonesia mengalami peningkatan mobilitas ke pusat perbelanjaan tertinggi.

"6 Provinsi dengan kenaikan mobilitas ke pusat perbelanjaan tertinggi di Indonesia yaitu Aceh, Gorontalo, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Sulawesi Tenggara dan Sumatera Barat dengan puncak kenaikan masing-masing pada 9 April 2021," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Selasa (4/5).

Wiku menyebut, data peningkatan mobilitas masyarakat ke pusat perbelanjaan ini dihimpun Satgas Penanganan Covid-19 dari Google Mobility. Pemantauan Google Mobility dilakukan sejak 11 Maret sampai 16 April 2021.

"Data ini menjadi alarm bagi kita karena secara histori kenaikan mobilitas selalu diikuti kenaikan kasus," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengatakan jelang Lebaran Idulfitri 2021, mobilitas masyarakat ke pusat perbelanjaan meningkat. Bahkan, lebih dari 80 persen provinsi di Indonesia mengalami peningkatan mobilitas ke pusat perbelanjaan.

"Ini harus menjadi alert kita semua adalah 29 dari 34 provinsi mengalami kenaikan mobilitas ke pusat perbelanjaan dalam 7 hari terakhir," katanya dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Minggu (3/5).

Dewi memprediksi mobilitas masyarakat ke pusat perbelanjaan akan terus meningkat hingga sehari sebelum Lebaran. Karena itu, dia mengingatkan agar Satgas daerah mengawasi ketat penerapan protokol kesehatan, terutama penggunaan masker.

Dia mengingatkan, di tengah tingginya mobilitas masyarakat, potensi penularan Covid-19 akan semakin meningkat.

"Sehingga penegakkan disiplin (protokol kesehatan) akan sangat diperlukan," tegasnya. (mdk/ray)

Baca juga:
Varian Covid-19 dari India Masuk, Satgas Minta Warga Tak Panik
Satgas: Jika Tak Lakukan Pencegahan Berpotensi Picu Lonjakan Kasus Covid-19
Ini Langkah Pemerintah Antisipasi Gelombang Kedua Covid-19
Polisi Periksa 12 Saksi Terkait Bazar UMKM dan Konser Musik di Cibis Park
Indikator: 62,3% Warga Cukup Puas Penanganan Covid-19 oleh Pemerintah

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami