60 Jamaah Umroh yang ada di Dubai, akan Dipulangkan ke Bali

60 Jamaah Umroh yang ada di Dubai, akan Dipulangkan ke Bali
PERISTIWA | 28 Februari 2020 20:00 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Terkait kebijakan kerajaan Arab Saudi yang membatalkan kegiatan umrah, ada sebanyak 60 jamaah dari Bali di Dubai yang akan dipulangkan langsung ke Indonesia.

"Dari Bali ada sekitar 60 orang, dan oleh Pemerintah Dubai dalam hal ini Kedutaan Dubai sudah dipulangkan kembali ke Indonesia, dan insyallah nanti pukul 22.00 Wita tiba di (Bandara) I Gusti Ngurah Rai," kata Nadlah Arifdi selaku Kepala Seksi Bina Haji dan Advokasi Haji Reguler Kantor Wilayah Agama (Kemenag) Provinsi Bali saat dihubungi, Jumat (28/2) sore.

Menurut Nadlah, selama tertahan di Dubai, para jamaah umroh tidak ada yang terlantar dan pada pukul 12.00 Wita kemarin, aktivitas pemberangkatan jamaah dari Bali sudah dihentikan.

"Belum ada, karena hari ini sudah distop. Semua aktivitas yang terkait pemberangkatan jamaah umroh dari Bali kita harapkan semuanya mematuhi aturan itu. Karena Arab Saudi telah mengeluarkan aturan yang berkaitan dengan penutupan sementara jamaah umroh," Imbuhnya.

Sementara jamaah dari Bali yang terancam gagal berangkat ke Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah umroh ada di Bulan Maret 2020.

"Mereka yang berangkat tanggal 3, 28 dan 29 Maret (yang gagal). Karena, hampir setiap Minggu, Bali akan memberangkatkan (Jamaah Umroh). Tapi, berkaitan dengan kebijakan Saudi Arabia kita harus hormati aturan itu," jelas Nadlah.

Menurut Nadla, dalam setiap pekan jamaah umroh dari Bali minimal yang berangkat mencapai puluhan. Mulai dari 30 hingga 80 orang. Maka jika dihitung perbulan bisa ratusan.

"Minimal 30 orang pemberangkatan dari Bali. (Satu bulan) bisa lebih (ratusan). Bulan kemarin saja bisa 50 dan 80 (Jamaah) dan berangkat melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai," ungkapnya.

Menurut Nadla, para jamaah umroh yang gagal berangkat kemungkinan akan di reschedule oleh pihak travel agent.

"Insyaallah, yang gagal berangkat akan reschedule oleh pihak travel dan tidak perlu khawatir. Karena ini, kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang harus semuanya dipatuhinya," ungkapnya.

Saat ditanya, terkait 60 jamaah umroh yang dipulangkan ke Bali apakah akan diganti rugi oleh pihak travel agent. Nadlah menyampaikan, hal itu tergantung dari kebijakan pihak travel agent.

"Iya kami belum tau, nanti kebijakan travelnya apakah akan di reschedule
atau bagaimana. Karena pesawat sudah digunakan, sedangkan fasilitas yang ada di Arab Saudi belum digunakan juga. Tapi Kementerian Agama (Bali) tetap berpihak kepada jamaah," ujar Nadlah.

"Semuanya harus bersabar, ini adalah resiko karena kita mengunjungi ke negara orang dan selanjutnya ada kebijakan-kebijakan yang dilakukan di negara tersebut. Maka mau tidak mau, suka tidak suka harus mematuhinya," tutup Nadlah. (mdk/ded)

Baca juga:
Terlanjur Terbang Ke Arab Saudi, Ratusan Calon Jemaah Umrah Dipulangkan Hari ini
60 Jemaah Umrah di Bali Terancam Batal ke Tanah Suci
Kerugian Pelarangan Sementara Umrah Diperkirakan Lebih dari Rp1 Triliun
Arab Saudi Larang Umrah, Kemenag Pastikan Tak Ada Biaya Tambahan Bagi Calon Jemaah
Lion Air Putuskan Tunda Layani Penerbangan Umrah
Agar Warga Tak Cemas, Ganjar Minta Kemenag Jateng Sosialisasi Penangguhan Visa
Ribuan Jemaah Umrah dari Berbagai Wilayah di Indonesia Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami