7 ASN Positif Corona, Pengadilan Negeri Surabaya Lockdown Selama 2 Minggu

7 ASN Positif Corona, Pengadilan Negeri Surabaya Lockdown Selama 2 Minggu
PERISTIWA | 9 Agustus 2020 01:00 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Sembilan orang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang sebelumnya dinyatakan reaktif hasil rapid test, 5 orang diantaranya dinyatakan positif corona alias covid-19 berdasarkan hasil Swab. Alhasil, PN Surabaya pun di lockdown hingga 2 minggu mendatang.

Keputusan melakukan lockdown ini disampaikan oleh Humas Pengadilan Negeri Surabaya, Martin Ginting. Dia mengatakan, setelah pada 3 Agustus lalu pihaknya melakukan rapid test secara mendadak pada seluruh karyawan pengadilan, didapatkan hasil adanya 9 orang ASN yang dinyatakan reaktif.

Ke 9 orang ASN tersebut, sesuai dengan protokol kesehatan harus menjalani Swab sebagai tes lanjutan. Hasilnya, 5 orang diantaranya dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19.

"PN Surabaya telah 3 kali melakukan rapid test untuk mencegah meluasnya wabah virus. Mereka yang sebelumnya dinyatakan reaktif, langsung di lakukan Swab dan kemarin (Jumat) sekitar jam 19.00 WIB telah diperoleh hasil bahwa terdapat 5 orang yg dinyatakan positif terjangkit Covid 19," katanya, Sabtu (8/8).

Martin menyebut, selain ke 5 orang ASN tersebut, pihaknya juga mendapat informasi adanya seorang ASN dan seorang hakim yang telah dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga, total kini ada 7 orang di lingkungan PN Surabaya yang dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19.

"Saat ini 5 orang yang terpapar tersebut telah dirawat di Asrama Haji Sukolilo Surabaya yang ditangani oleh Gugus tugas covid. 1 orang isolasi mandiri dan 1 orang hakim di rawat di RS di Jawa Barat," tegasnya.

Akibat adanya ASN yang terkonfirmasi positif covid-19 ini, Ketua PN Surabaya memutuskan untuk me-lockdown semua pelayanan pengadilan. Namun, beberapa pelayanan seperti sidang perkara pidana yang masa tahanannya mau habis, akan tetap berjalan.

"Pimpinan PN Surabaya melakukan penundaan semua pelayanan atau lockdown, kecuali penanganan upaya hukum, persidangan perkara pidana yang akan habis masa tahanannya, tetap akan dilayani. Penghentian layanan ini akan dimulai pada 10 Agustus dan normal kembali pada 24 Agustus mendatang," tutupnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Berkurang 4, Kasus Positif Covid-19 di Secapa AD Turun Jadi 67 Orang
Tanggapan Polri Soal Calon Taruni Akpol Gagal Lolos Gara Gara Covid-19
Sembilan Daerah di Jawa Timur Masih Zona Merah Covid-19
Mahfud Jelaskan Alasan Kasad Andika Perkasa Dilibatkan di Komite Penanganan Covid-19
7 ASN Positif Corona, Pengadilan Negeri Surabaya Lockdown Selama 2 Minggu
RSUD Kota Bogor Miliki 2 Alat Tes PCR Corona
Satpol PP DKI Ubah Operasi Protokol Kesehatan OK Prend Jadi Tibmask

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami