7 Kali Pasok Senjata ke KKB, Anggota Brimob Diberi Upah Rp10-30 Juta Per Pucuk

7 Kali Pasok Senjata ke KKB, Anggota Brimob Diberi Upah Rp10-30 Juta Per Pucuk
PERISTIWA | 3 November 2020 23:54 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menyesalkan penjualan senjata api yang melibatkan anggota Brimob Bripka MJH. Senjata api itu dijual ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

"Saya pribadi sangat menyesalkan karena senjata itulah yang nantinya digunakan KKB untuk membunuh warga sipil dan aparat keamanan termasuk rekan-rekan-nya," kata Paulus di Jayapura, Selasa (3/11).

Dia mengatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap Bripka MJH terungkap yang bersangkutan sudah tujuh kali membawa senjata api yang diserahkan ke DC dengan upah bervariasi dari Rp10 juta hingga Rp30 juta per pucuk, tergantung jenis.

Senjata api yang dibawanya dari Jakarta itu merupakan pesanan DC yang menjadi anggota Perbakin di Nabire yang nantinya dijual ke KKB melalui SK mantan anggota DPRD di Intan Jaya yang hingga kini belum diketahui keberadaan-nya.

Selain melibatkan anggota Brimob, penjualan senjata api itu juga melibatkan anggota Perbakin lainnya yang juga mantan anggota TNI AD yakni FHS.

"Ketiganya saat ini sudah ditahan di Mapolda Papua," kata dia.

Dia berharap warga masyarakat mau membantu memberikan informasi bila mengetahui adanya transaksi jual beli senjata api, ucap Irjen Pol Waterpauw berharap.

Diakuinya, terungkapnya kasus jual beli senjata api berawal dari diamankannya Bripka MJH setibanya di Bandara Nabire dengan membawa dua pucuk senjata api jenis M16 dan M4 dari Jakarta.

"Senjata yang dibawanya itu dilengkapi surat-surat sehingga pihak maskapai mau mengangkutnya," ujar Waterpauw.

Dia menambahkan, setibanya di Nabire senjata api tersebut akan diserahkan ke DC.

"Mudah-mudahan dengan terungkapnya kasus tersebut, secara perlahan akan membongkar jaringan jual beli senjata api yang harganya mencapai Rp300 juta hingga Rp350 juta per pucuk untuk senjata laras panjang," tutur dia. (mdk/gil)

Baca juga:
Melibatkan Anggota Brimob, Jual Beli Senpi untuk KKB Berlangsung Sejak 2017
Bawa Senjata Api, Pengusaha dan Eks Anggota Polri Ditangkap di Bandara Soetta
Mantan Danjen Kopassus Soenarko Penuhi Panggilan Bareskrim Polri
Kasus Kepemilikan Senpi di Tahun 2019, Soenarko Dipanggil Bareskrim
Polri Jadwalkan Pemanggilan Soenarko Terkait Kasus Kepemilikan Senjata Api Ilegal

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami