7 Kepala Sekolah di Jawa Tengah Terpapar Radikalisme

PERISTIWA | 14 September 2019 21:33 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, tujuh kepala sekolah dari SMA, SMK, dan SLB negeri di wilayahnya terindikasi terpapar radikalisme. Untuk mencegah paham tersebut menyebar, maka mereka perlu mendapatkan pembinaan.

"Sekarang masih kami bina untuk kembali ke jalan yang benar. Kalau tidak mau, ya diambil tindakan tegas," katanya di Semarang, Sabtu (14/9).

Dia mengungkapkan, sekolah memang menjadi salah satu tempat yang harus segera dibereskan terkait dengan ideologi bangsa dan negara. Politikus PDI Perjuangan itu mengaku, sudah mendapat laporan dari banyak tokoh agama dan tokoh masyarakat mengenai penanaman paham radikal yang dilakukan sangat masif di sekolah-sekolah.

Beberapa laporan yang masuk, Ganjar menjelaskan, isu radikalisme tersebut diberikan melalui mata pelajaran dan juga kegiatan ekstrakulikuler di sekolah.

"Sekolah memang yang akan kami bereskan secepatnya dan setelah sekolah adalah pemerintahan. Dua hal ini yang menjadi fokus saya, maka saya mengajak ayo semua organisasi keagamaan untuk bareng-bareng meluruskan ideologi bangsa ini," ujarnya.

Dia juga meminta masyarakat untuk berpartisipasi aktif memantau radikalisme dan jika ada hal yang mencurigakan atau penyebaran paham radikal segera melapor ke pihak berwenang agar segera ditindaklanjuti.

Selain Ganjar, dalam acara tersebut juga hadir Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang juga menyoroti tentang masifnya penyebaran radikalisme di lingkungan sekolah.

"Bahkan ada survei dari UIN Syarief Hidayatullah Jakarta yang cukup mengerikan. Tidak sedikit anak yang disurvei sepakat bahwa orang murtad boleh dibunuh," ungkapnya.

Tak hanya kalangan siswa, sejumlah guru dan dosen, lanjut Khofifah, juga menjadi objek survei dan hasilnya banyak guru dan dosen yang memiliki paham radikal.

"Survei tersebut menunjukkan tingginya intoleransi di Indonesia. Untuk itu saya mengajak Mas Ganjar agar Jateng dan Jatim sering bertemu dan duduk bersama menyelesaikan persoalan-persoalan intoleransi," tutupnya.

Baca juga:
KKP Gandeng LIPI dan BNPT Perkuat Riset dan Cegah Terorisme
Pansel Pastikan 10 Capim KPK Tidak Terpapar Radikalisme
Kepala BNPT: Nasionalisme dan NKRI Harus Kita Pertahankan
Paham ISIS Perlahan Menyebar di Kamp Pengungsi Suriah
BNPT Sebut Ancaman Paham Terorisme Mulai Masuk ke SMA Bahkan PAUD
BNPT Manfaatkan Pesantren untuk Lawan Radikalisme
Mahfud MD Ungkap Ada Orang Arab Radikal Kabur ke Indonesia Bawa Jutaan Dolar

(mdk/fik)