7 Sumur dan Tradisi Imlek di Wihara Gayatri Depok

PERISTIWA | 25 Januari 2020 07:03 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Masyarakat etnis China bahagia menyambut Tahun Baru Imlek 2020. Sebagai bentuk penyambutan, kegiatan bersih-bersih Wihara juga dilakukan.

Seperti terlihat di Wihara Gayatri, Cilangkap Tapos, Depok. Sejumlah orang terlihat merapikan dan membersihkan sudut ruangan.

Darmawan, pengurus Wihara menjelaskan tidak perbedaan mencolok menyambut Imlek tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Ya paling kita bersih bersih, dirapi-rapiin semua, meja-meja, dari bulan kemarin kita juga udah pasang lampion," kata Darmawan di lokasi, Rabu (22/1).

Biasanya, kata Darmawan, Wihara ramai dikunjungi pada hari H. Tidak hanya warga Jabodetabek, masyarakat luar Jawa juga sering mendatangi Wihara Gayatri saat Imlek.

"Ada juga dari Kalimantan," katanya.

Darmawan menceritakan, Dewi Kwan Im ditunjuk sebagai tuan rumah di Wihara Gayatri. Itu sebabnya, ketika masuk Wihara ini terlihat jelas patung-patung Dewi Kwan Im berjajar di ruangan Dewi Kwan Im beserta dengan lukisan Dewi di sisi kanan dan kiri.

"Kalau di sini dewa tuan rumah itu Dewi Kwan Im, karena melambangkan kesuciannya, ahli ibadah, dan kesuburannya," kata Darmawan bercerita.

Ruangan Dewi Kwan Im terletak di selatan Wihara, atau kira-kira 50 meter dari pintu masuk.

1 dari 1 halaman

7 Sumur Keberuntungan

Selain kawasan yang sejuk dan kolam ikan koi, areal Wihara Gayatri juga terdapat sumur. Sumur itu kerap didatangi pengunjung baik berbagai etnis menjelang Imlek seperti saat ini.

Ada tujuh sumur. Letaknya 200 meter arah barat daya pintu masuk Wihara. Berjejer dari kanan ke kiri. Sumur dengan kedalaman kira-kira 2 meter ini digunakan untuk mandi tetapi harus sesuatu aturan yang tertulis.

Sumur ke-1 bernama Sri Ningsih. Sumur ini dipercaya menerangkan lahir batin. Kemudian sumur ke-2 bernama Sri Waras dipercaya memberi kesehatan. Sumur ke-3 bernama Sri Lungguh dipercaya memberi kedudukan derajat.

Sedangkan sumur ke-4 bernama Kunaratih Kumadjaya dipercaya membantu cari jodoh. Sumur ke-5 bernama Sri Rejeki dipercaya melancarkan rezeki. Sumur ke-6 bernama Dewi Sri Mulyasari dipercaya memberikan pengobatan. Terakhir, sumur ke-7 bernama Sri Pontjo Warno yang dipercaya menolak bala.

Darmawan menceritakan awal mula sumur-sumur itu. Dahulu, kata Darmawan, ibunya mendapat mimpi dan diyakini berupa petunjuk.

Kemudian tahun 1987, dibangunlah sumur-sumur tersebut. Di bagian dasar sumur terlihat koin-koin yang berasal dari pengunjung.

"Koin yang dimasukin ke kolam, itu untuk pengunjung yang mau dikabulin permintaannya, jadi setiap sumur masing masing ada kegunaan nya masing masing," tutur Darmawan.

Sedangkan untuk sumur ke-8 terletak di Utara dari 7 sumur sebelumnya dan berbentuk sebuah kolam dengan luas sekitar 10x10 meter. Kolam ini digunakan pengunjung untuk berendam sebanyak 8 kali.

Setelah berendam di kolam, pengunjung mengambil satu gayung air pada sumber air di tengah kolam untuk membilas tubuh di kamar ganti. Saat berendam di kolam, pengunjung akan ditemani ikan-ikan koi yang hidup di sana.

"Ya untuk kolam yang besar itu ditaruh ikan biar enggak ada jentik jentik nyamuk aja, dan seminggu sekali juga kan dikuras," katanya.

Darmawan menuturkan memastikan Wihara ini terbuka untuk siapa saja dan tidak dipungut biaya. Pesannya hanya satu, pengunjung harus bersikap sopan dan menjaga kebersihan lokasi.

Reporter Magang: Bagus Kusumo Sejati

(mdk/lia)

Baca juga:
Menjaga Keberagaman Beragama di Jember Saat Tahun Baru Imlek
Klenteng TITD Pay Lien San, Potret Toleransi Umat Beragama di Jember
Narapidana di Bangka Belitung Penerima Remisi Imlek 2020 Terbanyak
Pedagang Burung Pipit dan Bunga Raup Untung Berlipat di Hari Imlek
Libur Tahun Baru Imlek, Penumpang PT KAI Naik 7 Persen


TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.