73,66 Persen Ruang Kelas SD di Tasikmalaya Rusak

PERISTIWA | 13 Desember 2019 01:02 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - 800 atau 73,66 persen dari total 1.086 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tasikmalaya mengalami kerusakan. Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya menyebut bahwa kerusakan ruang kelas SD bermacam-macam, mulai dari ringan, sedang hingga berat.

Kepala Bidang SD pada Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, Ahmad Jawari menyebut bahwa ruang kelas SD yang mengalami kerusakan tersebar hampir di seluruh wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

"Kita sudah memberikan instruksi ke UPTD Pendidikan wilayah untuk memverifikasi langsung ke sekolah-sekolah yang melaporkan kerusakan itu, nanti dilaporkan ke pusat agar direhab," ujarnya, Kamis (12/12).

Ahmad menyebut bahwa hasil verifikasi nantinya akan dibuat skala prioritas secara manual untuk perbaikan. Dan selama ini, di wilayahnya perbaikan sekolah selalu dianggarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui dana alokasi khusus.

"Kegiatan rehabilitasi sekolah didasari data yang dimasukkan oleh pihak sekolah melalui laman Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Namun realita di lapangannya, rehabilitasi sering kali tak tepat sasaran atau sekolah yang diperbaiki justru yang bukan prioritas untuk direhabilitasi karena perbaikan hanya didasarkan pada Dapodik," terangnya.

Ahmad menjelaskan, saat perbaikan ruang kelas yang rusak hanya mengacu pada Dapodik, kondisinya tidak semua operator sekolah memasukkan data dengan benar. Hal tersebut terjadi karena operator sekolah tidak jarang tak mampu mengidentifikasi sekolahnya mengalami kerusakan ringan, sedang atau berat.

Hal tersebut menurutnya menjadi kelemahan dari pemerintah pusat karena tidak melihat data faktual di lapangan. "Karena masyarakat pada umumnya kan hanya tau ada sekolah yang rusak dan tidak diperbaiki," jelasnya.

Dengan banyaknya ruang kelas SD yang rusak di Kabupaten Tasikmalaya, Ahmad menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya diarahkan untuk mengajukan perbaikan ke Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) bagi sekolah yang belum diperbaiki melalui Dapodik. Kementerian PUPR sendiri nantinya akan memverifikasi ke lapangan.

"Semoga saja bisa dibenahi dengan cepat," ucapnya.

Ahmad menyebut bahwa kerusakan ruang kelas akibat berbagai faktor, salah satunya bencana alam.

"Kalau ruangannya rawan lalu hujan, belajarnya lebih baik dipindahkan ke luar kelas. Bisa juga meminjam ruangan di sekitar dengan memberikan laporan ke kita supaya kita bisa mengeluarkan surat rekomendasi," sebutnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Wawan R Efendi mengungkapkan bahwa pihaknya selama ini rutin memberikan sosialisasi ke sekolah-sekolah agar siaga menghadapi bencana.

"BPBD juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk antisipasi bencana terjadi di sekolah. Bahkan jika diperlukan, BPBD juga siap untuk membantu evakuasi saat proses kegiatan belajar mengajar para siswa," tutupnya. (mdk/cob)

Baca juga:
Cari Bukti Kasus Korupsi Pembangunan SDN Gentong, Polisi Geledah Disdik Pasuruan
SD di Tasikmalaya Tidak Kunjung Diperbaiki, Dinding Mengelupas dan Atap Berlubang
Pemprov Jateng Kesulitan Keluarkan Dana Untuk Bangun Aula SMK Sragen Roboh
Nestapa Murid Sekolah Khusus Ujian di Tenda Darurat
Bantu Pembangunan Sekolah di Pelosok, Bripka Ralon Rela Jual Perhiasan Istri
Aula SMK di Sragen Ambruk Saat Siswa Sedang Praktik Mengelas

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.