77.760 Vaksin Sinovac Tiba di Surabaya, Pemprov Jatim Tunggu Perintah Lanjutan BPOM

77.760 Vaksin Sinovac Tiba di Surabaya, Pemprov Jatim Tunggu Perintah Lanjutan BPOM
Vaksin Sinovac tiba di Surabaya. ©Istimewa
PERISTIWA | 4 Januari 2021 15:42 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Sebanyak 77.760 Vaksin Sinovac tahap satu untuk vaksinasi Covid-19 telah tiba di Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur, di Surabaya. Jumlah tersebut, lebih kecil dibanding perencanaan awal 316.000 vaksin yang akan didistribusikan.

Kepala Dinkes Jatim, dr. Herlin Ferliana mengatakan, pendistribusian vaksin ini akan dilakukan secara bertahap. Sebab, kebijakan pemerintah, semua provinsi akan mendapatkan vaksin tersebut.

"Jumlah ini (lebih kecil) dibanding dengan perencanaan awal 316.000 (vaksin). Tapi kebijakannya, seluruh provinsi mendapat. Sehingga ada penerimaan tahap satu, dua, dan tiga," katanya, Senin (4/1).

Ia menyebut, pihaknya baru mendapat pemberitahuan pendistribusian vaksin Sinovac H-2. Untuk pendistribusian tahap selanjutnya, ia mengaku belum mengetahuinya. Lalu kapan vaksin tersebut akan didistribusikan ke Kabupaten/Kota di Jatim, ia menyebut hal itu baru akan dilakukan jika vaksin telah mendapat rekomendasi Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM), serta adanya petunjuk teknis lanjutan dari Kementrian Kesehatan.

"Kami masih menunggu instruksi dari BPOM untuk penggunaan vaksin, jadi ada pernyataan resmi tentang keamanan vaksin ini," ujarnya.

Selama belum ada instruksi BPOM dan Kementrian Kesehatan, vaksin akan disimpan dan dijaga di ruangan dingin Dinkes Jatim yang suhunya 2-3 derajat.

"Kami punya tiga ruangan. Sudah kami tata, satu ruang untuk Vaksin Covid-19. Kami mampu memasukkan 800.000 (vaksin)," katanya.

Herlin menyatakan pemberian Vaksin Sinovac tahap pertama diprioritaskan untuk sumber daya manusia (SDM) bidang kesehatan yang bekerja di fasilitas kesehatan dan dinas kesehatan.

"Prioritas ini dilakukan karena mereka berisiko tinggi tertular saat menangani orang yang terpapar Covid-19," katanya.

Pemberian vaksin terhadap SDM kesehatan diharapkan dapat menguatkan pelayanan di rumah sakit agar petugas kesehatan tidak tertular Covid-19. Dari petunjuk teknis (juknis) yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terdapat prioritas satu hingga empat penerima vaksin ini.

Skema pembagian akan melihat jumlah sasaran SDM yang akan diberikan. Dari data yang dipunyai Dinkes Jatim ada 139 ribu SDM kesehatan di wilayah setempat yang menjadi prioritas pertama vaksin.

Distribusi akan diberikan sesuai data kabupaten dan kota yang dimasukkan satu pintu sehingga Dinkes Jatim dan Kemenkes bisa mengetahui sebaran vaksin yang dilakukan.

"Semua SDM yang ada harus mengisi dua data. Pertama data riwayat kesehatan seperti komorbid atau pernah terkena, sehingga menjadi prioritas vaksin. Kemudian mengisi data kontak. Dinkes kota dan kabupaten, akan mendistribusikan ke faskes yang memenuhi sarana dan SDM untuk memberikan imunisasi sesuai daftar yang ada," katanya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Vietnam akan Beli 30 Juta Dosis Vaksin Covid-19 AstraZeneca
4.000 Tenaga Kesehatan di Banten Batal Disuntik Vaksin Covid-19
Papua Barat dapat Jatah Vaksin Covid-19 7.160 Dosis, Jayapura 14.000
Jabar Dapat 97.080 Dosis Vaksin Covid-19, Distribusi Dibagi Dua Tahap
Penjelasan Vaksinolog Soal Cara Kerja Vaksin Setelah Disuntik dalam Tubuh
15.120 vial Vaksin Covid-19 Tiba di Ambon

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami