8 Polisi Bekasi Positif Corona Usai Kawal Demo UU Ciptaker, Polres Gelar Swab Massal

8 Polisi Bekasi Positif Corona Usai Kawal Demo UU Ciptaker, Polres Gelar Swab Massal
PERISTIWA | 17 Oktober 2020 13:12 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Sebanyak delapan anggota polisi di wilayah hukum Polres Metro Bekasi terpapar Covid-19. Mereka terpapar usai melakukan penjagaan terhadap massa aksi unjuk rasa penolakan pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja pada 5-8 Oktober 2020 lalu.

"Iya jadi gini, kemarin ada 5 orang, 3 orang dari Cikarang Barat, satu dari Polsek Serang, satu dari Polsek Muaragembong setelah pascademo," Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan saat dihubungi, Sabtu (17/10).

"Ada gejalanya beberapa seperti penciumannya sudah mulai hilang, sedikit demam. Ada gejalanya," sambungnya.

Ia menjelaskan, hasil tersebut diketahui setelah hasil swab test terhadap mereka itu keluar dan dinyatakan positif Covid-19. Kini, mereka masih menjalani isolasi mandiri.

"Ini masih ditracing ya apakah terpaparanya dari tempat demo atau bukan. Tapi yang jelas hasil swab test-nya didapatkan pascademo," ujarnya.

"Ada yang diswabnya tanggal 11 Oktober swabnya mandiri ya. Diswab-nya pascademo, baru keluar hasilnya tanggal 13-an lah," sambungnya.

Dengan adanya delapan anggota yang positif, pihaknya langsung melakukan swab test massal seperti di Cikarang Barat serta di kecamatan Serang.

"Iya rencananya akan kami lakukan swab massal. Cikarang Barat sudah lakukan swab massal. Kemudian Serang baru juga lakukan swab massal. Untuk Polres kita lakukan prokes lebih ketat lagi, karena untuk saat ini belum ada orang yang mengalami gejala-gejala covid. Jadi belum dilaksanakan swab massal," jelasnya.

Menurutnya, para anggota yang terpapar Covid-19 itu diduga imunitas tubuhnya turun karena menjaga massa aksi hingga seharian. Oleh karena itu, ia meminta kepada para demonstran agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Kadang kan mereka euforia lagi diskusi, enggak pakai masker. Kemudian lagi orasi lepas masker, sementara polisi harus menjaga. Di situ lah mungkin terkena. Atau polisi dalam keadaan lelah karena sudah berhari-hari, jadi ada yang imunitasnya menurun," ungkapnya.

"Tapi yang paling penting itu protokol kesehatannya itu harus ditingkatkan lagi ke anggota dalam melakukan pengamanan unjuk rasa. Walau tetap semangat harus tetap memperhatikan prokes dengan tinggi," tutupnya. (mdk/bal)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami