8 Tahanan di Ciamis Positif Covid, 7 Orang Diisolasi di Islamic Center

8 Tahanan di Ciamis Positif Covid, 7 Orang Diisolasi di Islamic Center
Covid-19. ©2020 Merdeka.com
PERISTIWA | 28 Februari 2021 05:00 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Delapan orang tahanan titipan Kejaksaan Negeri Ciamis diketahui terpapar virus corona. Kedelapan orang tersebut kini tengah menjalani isolasi dan perawatan di dua tempat berbeda, yaitu Islamic Center dan RSUD Ciamis.

Kepala Bidang Penanggulangan dan Pemberantasan Penyakit pada Dinas Kesehatan Ciamis, Bayu Yudiawan mengatakan bahwa pihaknya memang menerima instruksi melakukan penanganan layanan kesehatan bagi tahanan lembaga pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Ciamis.

“7 Orang sudah dievakuasi dan layanannya dipusatkan di IC (Islamic Center),” ujarnya, Sabtu (27/2)

Sementara itu, Kepala Seksi Administrasi, Keamanan, dan Ketertiban Lapas kelas II B Ciamis, Rahadian Buana menyebut bahwa jumlah tahanan yang terpapar Covid-19 diketahui berjumlah delapan orang. Dari jumlah itu, tujuh orang mendapat penanganan di pusat isolasi Covid-19 (IC) dan satunya lagi di RSUD Ciamis.

Ia menjelaskan bahwa kedelapan tahanan itu adalah tahanan baru masuk pada Rabu (24/2) yang merupakan titipan Kejaksaan Negeri Ciamis. Sebelum masuk Lapas, semuanya sudah melakukan uji cepat sesuai dengan standar operasional prosedur. "Semua non reaktif," jelasnya.

Saat tahanan diterima, salah satu tahanan mengaku kehilangan indera penciuman sehingga kemudian dipisahkan dari tujuh tahanan lainnya. Saat itu pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis untuk melakukan tes usap PCR.

“Saat keluar hasilnya, ternyata positif (Covid-19). Kita koordinasi lagi untuk melakukan swab kepada 7 tahanan titip lainnya, dan ternyata mereka juga positif. Jadi total delapan orang tahanan baru itu positif,” ungkapnya.

Ia memastikan bahwa para tahanan itu tidak melakukan kontak dengan tahanan lainnya karena harus menjalani isolasi selama 14 hari di salah satu ruangan. Hal tersebut diakuinya sudah dilakukan sejak pandemi Covid-19 terjadi.

"Secara internal, penerapan SOP sudah dilakukan setahun ke belakang. Penyemprotan disinfektan rutin dilakukan. Sesuai ketentuan kita sediakan satu ruangan, supaya saat ada tahanan baru tidak bercampur (dengan tahanan lain)," tutup Rahadian. (mdk/ded)

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami