8.207 Pemudik di Sukoharjo Jalani Karantina Mandiri

8.207 Pemudik di Sukoharjo Jalani Karantina Mandiri
PERISTIWA | 6 April 2020 19:29 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Sebanyak 8.207 pemudik di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah harus menjalani karantina mandiri. Para pemudik sebagian besar bekerja di daerah Jakarta dan sekitarnya. Sulitnya perekonomian saat pandemi Covid-19 membuat mereka kembali ke kampung halaman lebih awal, sebelum hari raya Idul Fitri.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo, penyebaran pemudik terjadi di seluruh kecamatan. Di Kecamatan Sukoharjo terdapat 716 orang pemudik, Bendosari 796, Tawangsari 1.059, Polokarto 418, Mojolaban 245, Weru 1.411, Bulu 1.428, Grogol 217, Kartasura 737, Baki 135, Nguter 801 dan Kecamatan Gatak 244 orang.

"Data kami hingga tanggal (3/4) kemarin sudah ada 8.207 pemudik dari berbagai daerah yang pulang ke Sukoharjo. Mereka harus melakukan karantina mandiri sesuai prosedur yang berlaku," ujar juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo, Gani Suharto, Senin (6/4).

Gani memprediksi jumlah tersebut masih bisa terus bertambah, mengingat belum ada larangan mudik secara resmi dari pemerintah. Sehingga masyarakat harus berhati-hati.

"Di tingkat nasional memang sudah ada imbauan untuk tidak mudik, tapi kan baru sebatas imbauan belum ada larangan, jadi masih bis8 bertambah," katanya. A

Gani menjelaskan, seluruh pemudik yang baru pulang saat ini tengah manjalani karantina secara mandiri. Pemerintah desa dan lingkungan masing-masing diharapkan terus memantau dan memberikan dorongan. Sehingga bisa mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus korona di Sukoharjo.

"Kalau banyak yang mudik seperti ini akan membuat cemas tim medis. Jadi pemudik harus memenuhi protokol kesehatan untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari," pungkas dia. (mdk/ray)

Baca juga:
Ketua Gugus Tugas: 56 Persen Warga Sadar Bahaya Covid-19 dan Tidak Mudik
Cegah Penularan Corona, Pemudik dengan Motor Diimbau Tak Bawa Penumpang
Kemenhub Perkirakan 56 Persen Warga Jabodetabek Memilih Tak Mudik
Putus Mata Rantai Covid-19, Polri Larang Anggota Mudik Lebaran
Ganjar Minta Kepada Desa di Jateng Siapkan Tempat Isolasi Khusus Pemudik

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami