84 PDP Corona di Riau Dinyatakan Sembuh

84 PDP Corona di Riau Dinyatakan Sembuh
PERISTIWA | 10 April 2020 03:07 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Viurs Covid-19 atau Corona relative meningkat. Namun tidak sedikit pula yang sudah aman dari virus tersebut. Bahkan, 83 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Corona yang dinyatakan sembuh setelah sempat dirawat.

"Jumlah total pasien PDP sebanyak 200 orang, dengan jumlah pasien yang dirawat sebanyak 109 orang dan yang sudah pulang 83 orang," kata Kepala Dinas Kominfo Pemprov Riau Chairul Riski kepada merdeka.com, Kamis (9/4).

Riski mengatakan, jumlah ODP di Provinsi Riau sebanyak 28.026 orang. Para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang pulang dari Malaysia dan negara lain menjadi penyumbang jumlah terbanyak ODP tersebut.

"Hingga hari ini, ODP sebanyak 28.026 orang, dengan rincian ODP 18.510 masih dipantau, dan yang telah selesai pemantauan sebanyak 9.516 orang," jelasnya.

Sedangkan untuk pasien positif 12 orang, 1 orang telah pulang ke rumahnya karena dinyatakan sembuh. Sedangkan jumlah PDP yang meninggal dunia sebanyak 8 orang.

Pemprov Riau melakukan Rapid Tes Covid-19 atau Corona terhadap Orang Dalam Pemantauan, Kamis (9/4). Hasilnya, 14 orang dinyatakan Positif Corona.

1 dari 2 halaman

Rapid tes diikuti 1.891 ODP, dari jumlah total 18.510 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 1.877 ODP dinyatakan negatif. Tapi ke 14 orang tersebut belum bisa dipastikan terjangkit virus Corona, karena akan melalui fase berikutnya, yaitu swab.

"Sebanyak 14 ODP yang positif itu paling banyak di Dumai ada 10 orang. Kemudian Pelalawan 2, Rokan Hulu 1, Indragiri Hulu 1 dan Kampar 1," kata Kadis Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir.

Mimi menjelaskan, rapid test yang dilaksanakan di seluruh daerah sejak 31 Maret sampai 8 April 2020. Alat yang digunakan sebanyak 7.420 unit, namun baru 1.891 ODP yang dilakukan rapid.

Dia berharap kerja sama yang baik dari seluruh Dinas Kesehatan yang ada di Riau, untuk segera menyelesaikan rapid test terhadap semua ODP.

"Sudah kita beri tahu agar secepatnya. Tapi mungkin mereka mengutamakan ODP yang bergejala saja, padahal itu untuk semua yang ODP," terangnya.

2 dari 2 halaman

Mimi mengatakan, sejumlah kendala yang dihadapi, petugas medis di daerah fokus terhadap ODP hasil tracing pasien yang positif Covid-19 yang pernah kontak erat dengan pasien.

Dia juga menjelaskan, meski hasil rapid tes dinyatakan positif, namun 14 ODP belum tentu positif Covid-19.

"Rapid test hanya untuk mengetahui antibodi, bukan untuk mengetahui virus aktif di dalam tubuh," jelasnya.

Sedangkan, Ketua Tim Medis Penanganan Covid-19 Provinsi Riau, dr Indra Yopi mengatakan, rapid test bertujuan untuk screening mana ODP yang beresiko dan mana yang tidak beresiko.

Menurut Yovi, jika rapid test hasilnya positif maka ODP harus dilakukan swab. Kalau hasil swab negatif, maka ODP dinyatakan tidak terjangkit virus Corona.

"Dan jika hasil rapid test hasilnya positif, ditambah lagi hasil swabnya positif, maka dia harus diobati," katanya.

Untuk ODP yang hasil rapid tes negative, tidak akan dibiarkan berkeliaran, mereka harus melewati karantina mandiri 14 hari. Itu dilakukan agar orang yang dikarantina itu benar-benar aman dan tidak menularkan ke anak istrinya.

"Di rumah juga harus melakukan social distancing yang kuat, tidak boleh memeluk anaknya. Kalau bisa dia pakai masker dulu," tandasnya. (mdk/fik)

Baca juga:false
Satu Siswa Setukpa Polri Dirawat di RS Polri Dinyatakan Sembuh dari Covid-19
Cerita Nenek 98 Tahun di Skotlandia Sembuh dari Covid-19
Satu Pasien Positif Corona di Kediri Sembuh
Sempat Positif Corona, Pendeta di Mataram Sembuh
Pasien Corona 01 dan 02 Mimika Sembuh
70 Pasien Covid-19 Dirawat di RSPI Sulianti Saroso Sembuh

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami