9 Hari Operasi Ketupat, 21.700 Kendaraan Diputarbalik dari Jatim, DIY dan Jabar

9 Hari Operasi Ketupat, 21.700 Kendaraan Diputarbalik dari Jatim, DIY dan Jabar
Pos penyekatan di Tol Palimanan. ©2021 Merdeka.com/Imam Buhori
PERISTIWA | 15 Mei 2021 15:08 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - 21.700 kendaraan pemudik telah diputarbalikkan di seluruh pos penyekatan yang ada di wilayah hukum Polda Jateng selama sembilan hari pemberlakukan larangan mudik 6-17 Mei 2021. Mereka kedapatan melanggar protokol kesehatan termasuk tidak mengantongi surat keterangan kesehatan dari wilayah asalnya.

"Dari 14 pintu masuk wilayah Jawa Tengah, kita telah memeriksa sebanyak 29.494 kendaraan pemudik. Hasilnya yang kita bisa memutarbalikkan mencapai 21.700 pemudik," kata Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Lutfhi saat cek pos pengamanan Lebaran 1442 Hijriyah di Grobogan, Sabtu (15/5).

Dia menyebut kendaraan pemudik yang paling banyak diputarbalik yang berasal dari Jawa Barat ke Jawa Tengah. Total ada 11.700 kendaraan, dan dari Jawa Timur ke Jawa Tengah sebanyak 6.000 kendaraan, sedangkan dari DIY ke Jateng sebanyak 4.000 kendaraan.

"Alhamdulilah sampai hari ini, kita bisa memutarbalikkan kendaraan dari luar daerah. Mulai hari ini tidak ada lagi penyekatan arus mudik di 14 pos pam dan kita prioritas penanganan arus balik," ungkapnya.

Kapolda Jateng juga mengingatkan kepada pengendara yang akan balik ke wilayah DKI Jakarta, wajib melengkapi surat swab dan surat izin keluar masuk (SIKM) dengan mendowload.

"Surat tersebut bisa didownload lewat aplikasi (internet-pen)," jelasnya.

Terkait dengan cara bertindak operasi kepolisian saat arus balik, pihaknya telah menginstruksikan jajarannya untuk menerapkan langkah-langkah edukatif.

"Mekanismenya tidak lagi diputarbalik. Tapi kita keluarkan imbauan untuk mentaati protokol kesehatan, surat kelengkapan kesehatan dan menjaga ketertiban selama berkendara. Kemudian pos pengamanan khususnya yang berada di area jalan tol akan berganti posisi. Yang dulu berada di arah kiri, akan digeser ke sebelah kanan," ujarnya.

Agar tidak terjadi penumpukan antrean di gerbang tol, pada periode arus balik tidak semua kendaraan bisa lewat tol. Sedangkan kendaraan bersumbu tiga akan diarahkan ke jalan raya.

"Untuk itu, kendaraan yang bersumbu tiga seperti truk dan sebagainya, dilarang masuk tol. Mereka wajib lewat jalur bawah atau jalan raya agar memperlancar arus," pungkasnya. (mdk/ray)

Baca juga:
Menhub Sebut 1,5 Juta Orang Nekat Mudik pada Lebaran 2021
Puncak Arus Balik Lebaran, Truk Bersumbu Dilarang Lewat Tol dari Semarang-Jakarta
Gubernur Edy Rahmayadi Perintahkan 10 Kabupaten di Sumut Perketat Pos Penyekatan
Arus Balik Lebaran, Menhub Wajibkan Pengguna Jalan Tol Bawa Hasil Rapid Test Antigen
Satgas Covid-19 Prediksi 440.014 Orang dari Sumatera Kembali ke Jawa Bersamaan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami