9 Kecamatan di Manado Terdampak Banjir dan Longsor, 5 Orang Meninggal

9 Kecamatan di Manado Terdampak Banjir dan Longsor, 5 Orang Meninggal
Tanah Longsor di Manado. ©2021 Merdeka.com/Antara
PERISTIWA | 17 Januari 2021 07:24 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengonfirmasi, bencana banjr dan tanah longsor di Manado telah menelan 5 korban jiwa.

"Lima orang meninggal dunia, satu orang hilang masih dalam pencarian, dan 500 orang mengungsi masih dalam proses pendataan," tulis Raditya dalam keterangannya, Minggu (17/1).

Raditya menyatakan, banjir dan tanah longsor menimpa Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi dan struktur tanah yang labil. Hal itu terjadi pada Sabtu (16/1) pukul 15.09 WITA dengan tinggi muka air sekitar 50 sampai 300 sentimeter.

Raditya merinci, kecamatan terdampak antara lain Kecamatan Tikala, Kecamatan Paal Dua, Kecamatan Malalayang, Kecamatan Sario, Kecamatan Bunaken, Kecamatan Tuminting, Kecamatan Mapanget, Kecamatan Singkil dan Kecamatan Wenang.

"Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan kerugian materil yakni dua unit rumah rusak berat dan 10 unit rumah rusak sedang," kata Raditya merinci data sementara.

Raditya melanjutkan, saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara dan Kota Manado sudah melakukan kaji cepat dan evakuasi bersama SAR, TNI/Polri, masyarakat dan relawan. Selain itu, BPBD Kota Manado juga memberikan bantuan makanan siap saji kepada para pengungsi.

"BPBD Kota Manado memantau banjir saat ini telah berangsur surut," Raditya menandasi.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau Kota Manado berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir.

Oleh karena itu, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga ditengah musim hujan yang akan terjadi di sejumlah wilayah hingga Februari 2021.

Masyarakat dapat memantau informasi prakiraan cuaca melalui BMKG serta memeriksa potensi bencana disekitar wilayah melalui InaRisk.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado, Donald Sambuaga mengatakan korban meninggal karena terjadi tanah longsor yang menutupi rumah mereka terjadi di lokasi Perkamil Lingkungan 5 sebanyak tiga orang masing-masing Fani Poluan(50 tahun), Arni Laurens (44 tahun) dan Celsi (8 tahun), di Kelurahan Paal 4 Lingkungan 6, korban meninggal Aiptu Kifni Kawulur (48 tahun) dan di lokasi Lorong Cempaka Jalan Sea Kelurahan Malalayang Barat dua korban jiwa yakni Meiny Pondaag (62 tahun) seorang guru SMA, serta San Hasan (30 tahun) belum ditemukan.

Kecamatan terdampak bencana tersebut yakni Kecamatan Singkil (lima kelurahan), Kecamatan Tuminting (lima kelurahan), Kecamatan Bunaken (satu kelurahan), Kecamatan Paal Dua (enam kelurahan), Kecamatan Tikala (empat kelurahan), Kecamatan Wenang (dua kelurahan), Kecamatan Sario (tiga kelurahan), Kecamatan Malalayang (empat kelurahan) dan Kecamatan Wanea (tiga kelurahan).

Penanganan banjir dan tanah longsor dengan mengevakuasi korban dilakukan bersama-sama oleh BPBD Sulut, Badan SAR, TNI, kepolisian, BPBD Manado, Rapi dan masyarakat di sekitar. (mdk/ray)

Baca juga:
Ruas Jalan Manado-Tomohon masih lumpuh akibat longsor
Dua hari Manado diguyur hujan, 211 rumah terendam, 792 warga ngungsi
Ini cara wakil wali kota Manado rangkul warganya
Politisi PKS sindir reaksi SBY berbeda tangani bencana
Bantu korban banjir Manado, Prabowo Subianto bawa kebutuhan bayi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami