90 Korban Penipuan Laporkan Bos Akumobil ke Bareskrim Polri

PERISTIWA | 5 Desember 2019 23:31 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pengacara Sunan Kalijaga kembali melaporkan pimpinan perusahaan Akumobil. Ia mewakili 90 orang yang menjadi korban penipuan. Laporan dilayangkan ke Bareskrim Mabes Polri, Kamis (5/12/2019).

Dalam laporan bernomor: LP/B/1025/XII/2019/Bareskrim tertulis pihak yang dilaporkan adalah Direktur Utama PT Digital Aku Mobil, Brian John Satya, Direktur Keuangan Alief, dan Muh Idris Direktur HRD.

Diketahui, Kasus dugaan penipuan penjualan mobil murah kepada ratusan konsumen yang menjerat PT Digital Aku Mobil sedang bergulir di Polrestabes Bandung. Salah satunya Direktur Utama Akumobil Brian John Satya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Sunan Kalijaga mengatakan, laporan ini sengaja dibuat agar para pelaku bisa dihukum lebih berat. "Jangan sampai ada satu penggiringan proses hukum. Ini ada ribuan korban yang dirugikan lalu ada satu dua laporan nanti akan disidangkan hanya menjadi satu putusan. Putusan yang sama sama ketahui bahwa Pasal 378 dan 372 kita sama sama tahu ketok palunya berapa tahun. Makanya temen-temen dirugikan sepakat pelaku harus mendapat efek jera," kata Sunan di Bareskrim, Kamis (5/12/2019).

Menurut Sunan, perputaran uang di PT Digital Aku Mobil luar biasa. Satu orang menyetor Rp50 juta sampai Rp60 juta. Saat ini korban diperkirakan berjumlah 1.000 orang. Untuk kliennya saja, kerugiannya ditaksir mencapai Rp8 miliar.

"Di mana orang dijanjikan membeli mobil murah tapi faktanya klien kami saja banyak yang tidak menerima fisik bentuk mobil ataupun uang," ujar dia.

1 dari 1 halaman

Berawal dari Flash Sale Mobil

Sementara itu, Koordinator para korban Freddy menceritakan, awalnya ketertarikan membeli mobil melalui PT Digital Aku Mobil. Saat itu perusahaan tersebut menggelar Flash Sale di Mall kawasan Bandung.

Seluruh pengunjung berkesempatan memiliki mobil klas menengah dengan hanya menyetor Rp50 juta sampai Rp59 juta. "Dari situ event pertama tidak semua dapat karena diundi. Seiring berjalan waktu mulai pembeliannya bisa. Tapi dibatas hanya 100 unit mobil dari jam berapa sampai jam berapa," ujar dia.

Diakui Freddy, dirinya mendatangi saat perusahaan menyelenggarakan acara yang keempat kali. Saat itu diikuti 230 pemesan kendaraan.

Awalnya, ia merasa tidak masuk logika karena harga mobil Rp130 juta cuma dijual Rp50 juta. Tapi akhirnya karena penjelasan dari marketing bahwa perusahaan akan bergerak di bidang startup.

"Mereka buang duit dulu untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Kebetulan waktu itu saya tanya pembayaran sistem transfer ke rekening PT Digital Aku Mobil. Itu yang membuat kita lebih yakin," ujar dia.

Belakangan mobil yang dikeluarkan pihak perusahaan semakin sedikit. Sejumlah konsumen menagih pihak perusahaan untuk meminta pertanggungjawaban.

"Kapan unit bisa keluar karena dijanjikan 30 hari unit keluar. Tapi enggak keluar sampai sekarang. Makanya kami laporkan," ujar dia.

Sebelumnya pada Jumat 1 November 2019, Polrestabes Bandung telah mengamankan tujuh orang yang terdiri dari staf dan juga Direktur Akumobil (perusahaan penjualan mobil) terkait adanya laporan dugaan penipuan itu.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP M Rifai mengatakan perusahaan Akumobil diduga melakukan penipuan dengan menyediakan kendaraan roda dua maupun roda empat yang memiliki harga jauh lebih murah dari pasaran.

Namun setelah melakukan pembayaran, para konsumen mengeluh karena kendaraan yang dipesan tidak kunjung datang. Menurut Rifai, Akumobil diduga menyebabkan kerugian konsumen dengan total puluhan miliar rupiah.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com (mdk/bal)

Baca juga:
Direktur HRD Akumobil Jadi Tersangka Penipuan dan Ditahan
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Baru Kasus Akumobil
80 Korban Penipuan Akumobil Tunjuk Sunan Kalijaga Jadi Pengacara

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.