90 Persen Kasus Meninggal Covid-19 di Surabaya Disertai Komorbid

90 Persen Kasus Meninggal Covid-19 di Surabaya Disertai Komorbid
PERISTIWA | 30 Juli 2020 20:34 Reporter : Dedi Rahmadi

Merdeka.com - Sekitar 90 persen kasus meninggal COVID-19 di Kota Surabaya, Jawa Timur, disertai dengan komorbid atau penyakit penyerta.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita di Surabaya, Kamis (30/7), mengatakan berdasarkan data kumulatif Dinkes Surabaya per tanggal 28 Juli 2020, ada 754 orang meninggal dunia karena COVID-19.

"Dari jumlah itu, 714 orang di antaranya meninggal disertai dengan komorbid. Sedangkan sisanya, murni karena kasus COVID-19," katanya.

Menurut dia, Dinkes Surabaya menaruh perhatian lebih kepada masyarakat yang dinilai rentan tertular COVID-19, seperti warga yang memiliki penyakit penyerta, ibu hamil, serta lansia. Bahkan, pemkot melakukan pemantauan ketat bagi mereka yang terbilang rentan tertular virus.

"Upaya kami adalah mendata pasien-pasien rentan dan komorbid. Artinya, yang rentan adalah mulai dari lansia, ibu hamil ditambah dengan pasien komorbid," kata Febria.

Bagi warga yang memiliki komorbid seperti diabetes mellitus (DM), hipertensi (HT), komplikasi DM dan HT, asma, hingga jantung, dilakukan pemantauan ketat melalui Puskesmas. Febria juga menyarankan kepada warga yang memiliki komorbid agar tidak perlu datang langsung ke fasilitas kesehatan untuk membeli obat.

"Nah, itu kita data mereka dan menjadi tanggung jawab Puskesmas. Kami sudah koordinasi dengan BPJS untuk bisa menyiapkan obat-obat pasien komorbid," ujarnya.

Sedangkan bagi ibu hamil, kata dia, mereka juga dipantau dan didampingi oleh tiap-tiap bidang kelurahan (Bikel). Bahkan, sejak pekan pertama kehamilan hingga melahirkan, ibu hamil di Surabaya menjadi tanggung jawab masing-masing Bikel.

"Selain memeriksakan kehamilannya, pada pekan ke 37 ibu hamil, dilakukan usapan (swab), setelah itu menentukan rumah sakit mana yang akan menjadi tempat rujukan oleh Puskesmas," katanya.

Jika hasil usapan ibu hamil itu dinyatakan confirm COVID-19, selanjutnya dirujuk ke rumah sakit khusus penanganan COVID-19. Sementara jika hasil usapan negatif dirujuk ke rumah sakit ibu dan anak. (mdk/ded)

Baca juga:
Anies Sebut Dalam Seminggu Jumlah Testing Covid-19 Menyasar 43 Ribu Orang
Tak Betah Dirawat, 14 Pasien Covid-19 di Kudus Minta Pulang Paksa
Ketiga Kalinya, Anies Kembali Perpanjang PSBB Masa Transisi
Penjelasan Dokter Raisa soal Ibadah Kurban dan Salat Idul Adha di Masa Pandemi
Disarankan Jangan Mudik Iduladha, Penumpang Kereta Api Justru Meningkat

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami