96 Rumah Terendam dan Jembatan Putus Akibat Sungai Ciberang Lebak Meluap

96 Rumah Terendam dan Jembatan Putus Akibat Sungai Ciberang Lebak Meluap
PERISTIWA | 13 Mei 2020 13:34 Reporter : Dwi Prasetya

Merdeka.com - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Lebak, mengakibatkan sungai Ciberang dan Cimangeunteng meluap dan merendam puluhan rumah di Kecamatan Cipanas, dengan ketinggian air mencapai 70 sentimeter, Rabu (13/5).

Camat Cipanas, Najamudin mengatakan, banjir merendam rumah warga di tiga desa yakni Desa Sipayung, Desa Talaga Hiang dan Desa Bintangresmi.

"Rumah yang terendam banjir 45 rumah di Kampung Lurah desa Sipayung. 33 rumah di Kampung Sukamaju desa Talagahiang, dan 12 rumah di Kampung Sampaleun dan untuk di Kampung Ruki (Gajrug) desa Bintangresmi 6 rumah terendam limpasan air di selokan jalan nasional," ujar Najamudin.

Camat mengungkapkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun jembatan darurat yang biasa digunakan warga rusak akibat terjangan air. "Jembatan darurat desa Talagahiang hanyut," singkat Najamudin.

Banjir juga menyebabkan jembatan Cinyiru di Kecamatan Lebak Gedong ambruk dan jembatan darurat di Kampung Muhara terputus.

Camat Lebak Gedong Wahyudin Hasas mengatakan, jembatan Cinyiru amblas dan tidak bisa dilalui kendaraan.

"Iya Pak Ini kondisi jembatan Cinyiru sekarang tidak bisa dilalui kendaraan roda dua, karena tambah turun (amblas)," Katanya. (mdk/gil)

Baca juga:
Dua Desa di Cikajang Garut Diterjang Banjir Bandang dan Longsor
Dihantam Banjir Bandang, Ratusan Rumah di Sumsel Terendam
Pemkab Bogor Gandeng TNI Bangun 2.704 Hunian Sementara di Sukajaya
Potret Gubernur Sumatera Utara Tinjau Lokasi Banjir Bandang di Deli Serdang
Banjir dan Longsor Landa Banyumas di Tengah Wabah Corona, Ini 4 Faktanya
PLN: Listrik ke Rumah Sudah Menyala Usai Banjir Bandang di Tanah Datar

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami