Abaikan kebersihan, belasan warga Baduy Dalam terkena penyakit kulit

PERISTIWA | 20 Mei 2016 17:35 Reporter : Dede Rosyadi

Merdeka.com - Sebanyak 19 warga Baduy Dalam tersebar di Kampung Cikawartana, Cikeusik dan Cibeo, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, terjangkit Frambusia atau sejenis penyakit kulit menyerang sekujur tubuh.

"Semua penderita penyakit Frambusia itu sedang menjalani pengobatan agar tidak menular kepada warga lainnya," kata Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullah di Lebak, Jumat (20/5).

Selama ini, pemerintah daerah cukup serius untuk mengobati penyakit langka menimpa warga Baduy itu. Pengobatan dilakukan secara berkala oleh petugas kesehatan masyarakat (Puskesmas) setempat.

Firman memaparkan, penyebab penyakit Frambusia itu akibat buruknya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Seperti berpakaian sampai berminggu-minggu tidak diganti, mandi tidak menggunakan sabun, dan bahkan warga Baduy ketika tidur tidak beralas tikar.

Perilaku seperti itu, katanya, merupakan budaya masyarakat Baduy sehingga petugas medis kesulitan untuk mengubah pola hidup bersih dan sehat.

"Saya kira dengan hidup kurang bersih tentu sangat rawan terhadap penyebaran penyakit menular, seperti Frambusia itu," ungkap Firman.

Jumlah penderita Frambusia saat ini tercatat 19 warga Baduy dan mereka dilakukan pengobatan oleh petugas medis setempat agar sembuh dan tidak menularkan pada warga lainnya.

Sebelumnya, pada 2015 tercatat 23 warga Baduy terjangkit penyakit korengan tersebut, namun tiga diantaranya sembuh.

Meskipun penyakit Frambusia itu tidak mematikan, karena menyerang pada bagian kulit saja, seperti luka koreng, tetapi bisa menurunkan produktivitas.

Pengobatan Frambusia dilakukan penyuntikan jenis Benzetin untuk membunuh kuman-kuman pada bagian tubuhnya.

Namun, hingga kini penyakit koreng-koreng yang menyerang bagian kaki, tangan dan badan belum terbebas dari daerah itu.

"Kami terus melakukan pengobatan bagi penderita agar tidak menular pada warga lainnya," jelasnya.

Tetua Adat Baduy juga Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Saidja mengatakan pihaknya sangat mendukung tenaga medis melakukan pengobatan terhadap penyakit kulit menyerang sekujur tubuh.

"Kami menerima pengobatan itu dan mendukungnya karena tidak dilarang oleh adat, sebab manusia perlu hidup sehat," ujarnya seperti dikutip dari Antara. (mdk/cob)


Wanita ini selalu haid selama 5 tahun berturut-turut
Bayi Ihya mengidap kanker otak di usianya yang baru 7 hari
Bahaya Hemofilia hingga pernah dianggap penyakit kutukan
Remaja di Bali mengidap penyakit aneh, tubuh melepuh dan luka
Derita Hartatik bertahun-tahun muntah jarum berkarat

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.